Cara Asyik Komunitas Trail Semarang Ngabuburit Saat Puasa Ramadhan 2023

0
Cara Asyik Komunitas Trail Semarang Ngabuburit Saat Puasa Ramadhan 2023.

SEMARANG — Tiga jam sebelum memasuki waktu berbuka puasa tiba, puluhan pecinta olah raga Adventure Trail, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Trabas, dari komunitas Gaspol Remjos Adventure Trail Semarang ini mempunyai kegiatan yang unik untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Bagaimana tidak, saat ada yang menunggu waktu berbuka dengan tidur, atau sekedar nongkrong menghabiskan waktu, mereka justru melakukan kegiatan ekstrim mengendarai motor trail melibas jalur tanah yang berada di wilayah Gunung Pati, Kota Semarang Jawa Tengah pada Sabtu sore (15/04/23).

Kegiatan pun diawali dengan melakukan kesiapan motor hingga perlengkapan pelindung diri seperti helm, sepatu, pelindung badan, hingga sarung tangan untuk memastikan keamanan saat digunakan nanti mengingat jalur yang dilalui merupakan hamparan kebun cengkeh dan karet dengan berbagai rintangan alaminya.

Setelah semua dipastikan keamanan dan kesiapannya, puluhan trabaser pun langsung menggeber motor masing-masing menuju kawasan perkebunan yang tidak jauh dari wilayah yang berada di ujung selatan kota Semarang ini. Mengingat saat ini memasuki bulan puasa, dan banyak dari trabaser yang menunaikan ibadah puasa, maka jarak tempuh pun dikurangi.

“Jadi biasanya kalau tidak puasa, atau bukan hari Ramadhan kita biasa melakukan kegiatan mulai pagi hingga sore hari, namun karena ini sifatnya hanya ngabuburit sembari menunggu waktu berbuka, ya rute kita pangkas banyak yang penting kesehatan dan keselamatan tetap terjaga”, ujar Davi Kurniawan (40), selaku ketua komunitas.

Memasuki area perkebunan cengkeh dan diantara perkebunan karet, jalur yang dilalui sudah mampu membuat para trabaser berkeringat. Mengingat Trabas adalah olah raga rekreasi, dan bukan sebagai olah raga kompetisi, jadi hobi yang mereka geluti ini memang lebih membutuhkan kewaspadaan ektra dan kerjasama tim yang solid.

“Ini bukan olah raga kompetisi, buat kami keselamatan dan kekompakan adalah nomor satu, karena tidak semua trabaser sama kemampuan dalam menjalankan hobi ini”, imbuh Davi.

Ditambahkan Davi, jika pada gastrack atau motocross jalur sudah disediakan, dalam trabas ini trabaser tidak mengetahui apa yang akan dilalui di depan nanti, mengingat jalur bukanlah jalur buatan namun secara alami yang berada di area-area perkebunan.

Salah satu anggota wanita yang tergabung dalam komunitas ini, Vici Anita (34) mengatakan bahwa kegiatan ngabuburit seperti ini sudah biasa dilakukan saat bulan Ramadhan tiba, dan biasanya dilakukan seminggu sekali untuk menjaga stamina dan tidak berhenti sama-sekali bermain trail mengingat mayoritas anggota pasti menjalankan ibadah puasa.

“Makanya saat ini kita pilih jalur yang pendek, sekiranya bisa kita tempuh bersama 3 sampai 2 jam lah, agar badan tidak kaku dan tetap terjaga stamina”, ujarnya.

Giyanto alias Cemeng (55), yang juga anggota komunitas yang usianya sudah tidak muda lagi juga mengatakan bahwa kegiatan ngabuburit seperti ini biasa dilakukan setiap bulan puasa, dan sebagai ajang silaturahmi antar anggota.

“Ya alhamdulilah tidak menghalangi ibadah kami, justru kita bisa manfaatkan untuk bermain bersama kawan-kawan, ajang silaturahmi, di jalur pun bisa saling bantu membantu jika ada kawan yang kesusahan melintasi jalur”,ungkapnya.

Setelah semuanya bersama-sama menaklukan rintangan alami yang berada di kawasan perkebunan, para trabaser pun kembali ke titik kumpul untuk sedikit melakukan evaluasi, dan berdiskusi perihal jalur yang tadi mereka lewati. Bahwa terlihat ada yang unjuk kebolehan untuk sekedar melakukan Jumping atau menaiki tanjakan sebagai rangkaian kegiatan ngabuburit.

Dan saat adzan maghrib berkumandang, mereka pun segera membatalkan puasa dengan bekal mereka masing-masing, dan kegiatan ngabuburit pun berakhir dengan kembalinya mereka ke rumah masing-masing.

Kegiatan ngabuburit tentu bisa dilaksanakan dengan cara seperti apa saja dan siapa saja, namun jika kegiatan ngabuburit di isi dengan kegiatan negatif seperti membunyikan petasan hingga balap liar di jalanan ramai, tentu kegiatan seperti ini bisa kita jadikan kegiatan yang positif dalam menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan