Ekonomi BisnisTelekomunikasiDari Penjual SIM Card Hingga Ibu Rumah Tangga Tolak...

Dari Penjual SIM Card Hingga Ibu Rumah Tangga Tolak Pembatasan Registrasi Kartu

-

- Advertisment -spot_img

Ilustrasi/Istimewa

SEMARANG– Peraturan pemerintah yang mewajibkan registrasi 1 NIK KK untuk 3 SIM Card menimbulkan gelombang penolakan. Tidak hanya dari kalangan penjual SIM Card, para ibu rumah tangga juga ikut menyuarakan keberatannya.

Salah satu ibu rumah tangga, Widya mengungkapkan, peraturan baru itu membuat bingung dan menjadikannya tidak leluasa saat ingin mengganti SIM Card.

“Bingung, kalau nanti kartunya hilang lagi dan lagi. Kita harus bolak – balik urus gitu. Pemerintah harusnya melakukan kajian yang lebih dalam. Bukan cepet – cepet kayak gini,” kata Widya

Widya menjelaskan, tidak hanya ia yang merasa dirugikan. Namun ia kasian kepada para pedagang yang nantinya akan kehilangan pekerjaan yang sudah dilakoni puluhan tahun.

“Kasian lah. Mereka jualan kan untuk nafkahi keluarga. Kalau ada peraturan ini kasian nanti pada tutup karena jarang yang beli,” sambungnya

Salah satu pedagang SIM Card, Khafidin mengatakan, sejak dimulainya peraturan itu omset yang didapat per harinya terus menurun. Jika biasnya sehari bisa menjual 20 hingga 30 SIM Card, kini hanya 3 hingga 10 SIM Card saja.

“Biasanya yang beli sampai 20 lebih, tapi ini tinggal beberapa aja. Kalau lama – lama ya saya rugi, terpaksa mungkin nanti nganggur,” Jelas Khafidin

Khafidin menambahkan, jika ia bingung saat ditanya para pembeli yang mengeluh ingin ganti SIM Card. Padahal ia juga tidak bisa melakukan registrasi karena sama – sama dibatasi.

“Karena aturannya ribet, dan mereka pembeli juga lebih suka instan. Kitanya jadi banyak terima komplain, mereka datang semua ke kounter,” ucapnya

Lebih lanjut Khafidin berharap, jika pemerintah semoga bisa mengembalikan peraturan itu seperti semula. Ia bingung jika peraturan ini tetap berjalan tidak tahu lagi dengan nasib keluarganya.

“Semoga bisa seperti semula, kita bisa leluasa beli kartu. Kita sepakat ada registrasi tapi tidak yang dibatasi kayak gini,” tutupnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

XL Axiata Operasikan BTS USO di Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA- PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun infrastruktur jaringan 4G ke berbagai wilayah terpencil di Kawasan Timur...

Mengenal Lebih Dekat GM Patra Semarang Hotel & Convention

SEMARANG - Pria kelahiran Sidoarjo Jawa Timur ini mengawali karirnya sebagai seorang Pengajar, namun sejak tahun 1993 memutuskan...

Pertamina Tanam 5000 Mangrove

CILACAP– Integrated Terminal Cilacap yang merupakan unit operasi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, kembali melakukan...

Griya Riset Indonesia Siapkan Generasi Unggul Melalui Riset dan Kepenulisan

SEMARANG - Griya Riset Indonesia (GRI) hadir sebagai wadah yang membangun mental dan nalar ilmiah generasi muda yang memiliki...
- Advertisement -spot_imgspot_img

BMW Astra Card, Keanggotaan Ekslusif dengan Berbagai Manfaat

JAKARTA - Sebagai bentuk layanan menyeluruh dari BMW Astra untuk para pelanggan, BMW Astra memberikan BMW Astra Card untuk...

Reformasi Struktural Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – UOB Indonesia memproyeksikan, perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda