Ekonomi BisnisDPRD Minta Pemprov Jateng Lakukan Sertifikasi Aset Daerah

DPRD Minta Pemprov Jateng Lakukan Sertifikasi Aset Daerah

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah agar melakukan sertifikasi aset daerah dengan jelas. Langkah itu harus ditempuh, agar aset yang dimiliki bisa optimal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Hasan Asy’ari mengatakan, sejauh ini pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah kurang maksimal. Bahkan PAD yang didapat, mayoritas diperoleh dari pajak kendaraan bermotor. Selain itu aset yang ada belum sepenuhnya bersertifikat.

“Tentu sebelum melakukan optimalisasi, sertifikasi aset ini yang harus ditempuh biar semua jelas keberadaan maupun statusnya. Baik aset yang dikelola organisasi perangkat daerah, maupun instansi khusus yang mengelola aset daerah,” ujarnya, Kamis (19/10).

Dia melanjutkan, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memetakan aset berdasarkan letak dan fungsinya agar memiliki manfaat yang maksimal, baik dikelola sendiri oleh Pemprov maupun kerja sama badan usaha milik daerah, dan swasta murni.

Hanya saja menurutnya, semuanya harus dilakukan dengan perencanaan proyeksi. Baik itu proyeksi peruntukan aset yang ada maupun hasil yang akan diperoleh.

“Tentu dalam hal ini tidak boleh asal-asalan. Butuh analisis yang matang. Jangan sampai potensinya miliaran, kemudian hasilnya hanya puluhan juta,” tegas Wakil ketua DPW PKB Jateng ini.

Menurut Hasan, dalam penataan maupun optimalisasi aset butuh profesionalisme. Mulai dari perencanaan, pengelolaan, maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Kami juga harap aset ini benar-benar jadi perhatian. Karena dari tahun ke tahun persoalan ini belum bisa diselesaikan dengan tuntas,” terangnya.

Dari keterangan Pempov Jateng, jelas Hasan, total aset yang ada saat ini nilainya Rp 36 triliun. Atas dasar itu, keberadaannya harus dikelola secara optimal dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas untuk menghasilkan PAD yang optimal. “Tentunya dengan pengawasan yang melekat,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Pameran Property Expo Semarang Cetak Transaksi Rp 28 Miliar

SEMARANG - Pameran Property Expo Semarang mendapatkan hasil menggembirakan bagi para pengembang di awal tahun 2022. Pemeran perdana yang digelar...

GTSI Kembali Dikontrak BP Berau Ltd.

JAKARTA– PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) melalui salah satu anak perusahaannya PT Hikmah Sarana Bahari (HSB) berhasil mendapatkan kepercayaan...

Empal Krispi Sajian Baru Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Hotel Santika Pekalongan kembali mengeluarkan special menu di awal tahun 2022 ini. Menu ini sangat cocok untuk...

Smartfren Hadirkan Unlimited Terbaru, No Drama No Ribet dengan Promo Dua Kali Lebih Besar

JAKARTA –  Selaras dengan kebutuhan generasi masa kini  yang selalu keep connected ke internet, maka di awal tahun ini...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Pertamina Tegaskan WA Undian Berhadiah HOAX

SEMARANG- PT Pertamina (Persero) menegaskan, pesan berantai yang beredar melalui sejumlah saluran media seperti Whatsapp terkait undian berhadiah...

25 Konsumen Pertama di Kota Semarang Terima Honda All New BR-V

SEMARANG- Mengawali tahun 2022, Honda Semarang Center melakukan penyerahan perdana secara simbolik 25 unit All New Honda BR-V kepada...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda