Ganjar Dorong Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi di Jateng Dikebut

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa, bersama jajaran pejabat terkait, berfoto bersama disela Pembukaan Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebon-Semarang, di POHotel Semarang, Selasa (11/8/2020).

SEMARANG – Proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang yang telah ground breaking sejak 7 Februari 2006, belum ada kejelasan status percepatan penyelesaiannya. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah mendesak kepada pemenang lelang Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa segera menyelesaikan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pemenang lelang proyek tersebut harus segera menyelesaikan sesuai komitmen awal. Dengan begitu akan mampu mendukung roda perekonomian di wilayah Jateng dan Jawa Barat.

“Tidak ada alasan menunda proyek yang sudah ditetapkan sebagai andalan nasional dalam mendukung sektor energi dalam negeri. Maka kalau kita melihat ada target-target yang mesti kita selesaikan, saya akan bantu. Kesulitan bapak ibu apa, agar kita bisa melakukan sebuah konsolidasi usahanya. Dan bisa diketahui, kami di Jateng ada Jateng Petro Energi yang siap membantu,” kata Ganjar, saat membuka rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebon-Semarang, di POHotel Semarang, Selasa (11/8/2020).

Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa menambahkan, pihaknya bakal mendorong PT Rekind sebagai pemenang lelang dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) penyuplai gas untuk segera merealisasikan proyek pembangunan transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang.

“Karena yang punya alokasi gas ini adalah PGN, dan kami sudah panggil Rekind sejak 2017-2018 yang menyatakan masih siap melanjutkan. Kalau ini kebangun, maka pertumbuhan ekonomi kawasan yang ada di Jawa Tengah akan luar biasa. Kalau menggunakan gas, ini clean dan harganya murah,” imbuh Fanshurullah.

Lebih lanjut Fanshurullah menjelaskan, apabila proyek tersebut bisa diselesaikan sesuai komitmen, maka akan memberikan jaminan ketersediaan energi bagi semua pihak. Termasuk juga mendukung program diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar bersubsidi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here