PolitikPilkada 2020Kampanye, Ganjar Pranowo Temui Nelayan Rembang

Kampanye, Ganjar Pranowo Temui Nelayan Rembang

-

- Advertisment -spot_img

 

Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu dengan nelayan Rembang pada saat kampanye, Jumat (16 /2/2018)

REMBANG – Hari kedua kampanye, Jumat (16/2), Ganjar Pranowo menyisir pesisir Kabupaten Rembang. Cagub nomor urut 1 ini berbincang santai dengan ratusan nelayan. Beragam persoalan diadukan para nelayan, mereka meminta Ganjar tetap menjadi pengayom dan pelindung nelayan Jawa Tengah.

Koordinator Nelayan TPI Tanjungsari Rembang Sugeng Mulyadi mengatakan beberapa persoalan yang dihadapi nelayan diantaranya lemahnya penegakan hukum terhadap nelayan yang menggunakan alat tangkap jaring trawl atau sotok. Mereka mengancam akan melakukan razia jika nelayan sotok terus beroperasi di lautan.

“Kami berharap agar pak Ganjar ada solusi terhadap persoalan tersebut. Sotok ini sangat merusak biota laut, bahkan mulai dari telur hingga ikan yang ada di atas terangkut semua,” ujarnya.

Di Rembang, lanjutnya, pengguna sotok terus merajalela hingga merugikan nelayan lain. “Sotok itu sudah dilarang sejak 1980, tapi sampai saat ini masih banyak yang menggunakan. Kami berharap penggunanya ditangkap dan dihukum agar jera. Jangan cuma ditahan sehari trus dilepaskan,” ungkapnya.

Selain soal sotok, dia juga meminta perhatian soal kebutuhan nelayan yang menginginkan pembangunan dermaga. “Dermaga yang ada hanya untuk kapal besar. Sementara untuk kapal kecil tidak bisa bersandar, sehingga nelayan harus jalan dengan air sedada untuk mengambil perahu,” kata Sugeng.

Menanggapi aspirasi nelayan, Ganjar mengungkapkan peraturan daerah juga melarang penggunaan sotok di laut. “Ini kan tinggal penegakan hukum, nanti kita teruskan ke aparat. Kan biar fair juga tata cara pengambilan ikan itu bagaimana, ada regulasi yang mengatur,” ucapnya.

Selain regulasi, lanjutnya, nelayan juga membutuhkan kemudahan akses permodalan serta perizinan. Menurut Ganjar, untuk permodalan perlu ada skema yang inovatif. “Kalau perlu jaminan, ya yang masuk akal, biar pergerakan uang bisa untuk operasional,” paparnya.

Mengenai perizinan, dia berharap ada reformasi birokrasi karena saat ini segala proses diurus di pusat. Dia menilai lebih baik sebagian pengurusan perizinan pindah ke daerah, agar nelayan tidak kesulitan.

Ganjar menegaskan pendataan nelayan juga termasuk hal penting yang tidak boleh dilupakan. “Nanti kira geser Kartu Tani menjadi Kartu Nelayan. Tujuannya untuk mengetahui pasti jumlah nelayan di Jawa Tengah,” ungkapnya. Dengan diketahuinya jumlah nelayan sesuai klasifikasinya, mulai dari 5GT hingga lebih dari 30GT maka bisa disusun kebijakan yang tepat, termasuk soal subsidi.(ZP03)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

JNE Ikut ‘Mengantarkan’ Kesuksesan Bigissimo

SEMARANG - Kesuksesan penjualan produk fashion bigsize yang digeluti Prasina Dewi Nur Cahyani melalui brand Bigissimo tak terlepas juga...

Kerja Sama XL Axiata – Bank BCA Permudah Pelanggan Beli Paket Data

JAKARTA– PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menjalin kerjasama strategis dengan Bank Central Asia (BCA) guna mempermudah pelanggan yang...

Stall Gerobak Nasi Goreng Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Berbagai Menu makanan dengan bahan dasar nasi sepertinya masih menjadi idola untuk masyarakat Indonesia. Sebut saja Nasi...

Bentomie, Perpaduan Mie dan Bento

SEMARANG- Pengunjung Prima Raja Resto yang berada di kawasan Puri Anjasmoro Semarang kini diberikan ragam pilihan menu. Selain seafood...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Masjid Megah Pendiri JNE, diresmikan Gubernur Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG– Masjid Jami’ Soeprapto Soeparno pertama kali dibangun oleh pendiri JNE, Almarhum Bapak H. Soeprapto Soeparno tahun 1979....

XL Axiata Dukung Geliat Wisata Jawa Tengah

*Pastikan Kualitas Jaringan di Magelang, Wonosobo, dan Temanggung MAGELANG- Industri wisata di Jawa Tengah terus menggeliat dan mencoba bangkit, antara...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda