Ganjar-Yasin Unggul Survei, Bambang Pacul Mewaspadai Sepak Terjang Sudirman-Fauziyah

KH Maimoen Zubair, ayahanda Cawagub Jateng Taj Yasin sedang melakukan potong tumpeng saat acara peresmian posko bersama Ganjar Yasin di Jalan dr Cipto Semarang, Sabtu, 24 Maret 2018

SEMARANG – Hasil survai Ganjar – Taj Yasin sesuai dengan prediksi banyak orang. Bahkan melebihi perkiraan. Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP) pada 12-15 Maret, menunjukkan tingkat popularitas dan elektabilitias paslon nomor urut 1 sangat memuaskan, jauh diatas rivalnya.
Untuk tingkat popularitasnya tembus 88,8 persen sedang elektabilitasnya 62,3 persen. Woww, angka prosentasi yang fantastis.

Hal itu dikatakan Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul di sela-sela peresmian Posko Bersama Ganjar-Yasin, Jalan Dr Cipto Semarang, Sabtu (24/3).

Dikatakan dia, dengan hasil survei itu maka bisa memudahkan langkah petahana memenangkan Pilgub Jateng 2018.

“Angka popularitas paslon nomor 2 hanya 22,4 persen saja. Kalau gerakan mereka masih seperti ini, begitu-begitu saja, ya tidak akan bisa menang. Periode Oktober-Maret saja, popularitasnya hanya 20 persen. Dalam tiga bulan ke depan, tidak akan bisa mengejar Ganjar,” katanya optimis.

Meski begitu, pihaknya tidak akan santai. Pacul mengaku justru meningkatkan kewaspadaan. Sebab, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah juga tidak diam saja.  Mereka akan terus bergerak dan mereka juga punya banyak jaringan untuk menumbangkan dominasi petahana.

“Lihat saja track record SS. Dia lulusan STAN. Kerja pertama di swasta. Terus jadi Menteri ESDM (Energi dan Sumberdaya Mineral). Sebelumnya sempat di Pindad (perusahaan senjata api pelat merah) dan BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi). Itu ilmunya beda semua. Pasti ada network yang kuat di belakangnya. Termasuk Anis dan Sandiaga (Gubernur dan Wakil Gubernur DKI). Atas dasar itu, kami was was dan meningkatkan kewaspadaan,” paparnya.

Mengenai manufer pemenangan, Pacul belum bisa menyusunnya. Pihaknya masih menunggu gebrakan ‘perang’ dari lawan politiknya. “Kami kan petahana, jadi tidak bergerak sebelum lawan bergerak. Beda dari 2013 silam. Kami dalam posisi melawan petahana. Jadi kami atur strategi pertempuran,” tegasnya.

Sementara itu, Ganjar mengaku telah melakukan evaluasi terkait pergerakannya bersama Gus Yasin sepanjang masa kampanye selama ini. Dari pantauannya, ada pihak-pihak yang sengaja mengumbar ilmu untuk menghancurkan namanya.

“Banyak isu yang digulirkan untuk menurunkan skor. Tapi kami tetap akan bergerak. Harus gas pol rem blong. Jalan terus,” tegasnya.

Gus Yasin menambahkan, memang banyak kabar yang berhembus terkait program yang hanya disusun Ganjar saja. “Padahal kami sudah menusyawarahkan dan sepakat jika program-program yang kami susun, untuk dilaksanakan bersama,” jelasnya.

Dalam peresmian itu, didatangi seluruh petinggi partai yang mendukung dan mengusung Ganjar-Yasin. Mulai dari PDI Perjuangan, PPP, Golkar, Demokrat, Nasdem, dan Hanura. Kyai kharismatik, KH Maimoen Zubair pun datang untuk memberikan pesan-pesan. Pimpinan Pondok Pesantren Sarang, Rembang ini pun diberi kesempatan memotong tumpeng untuk diberikan kepada Ganjar dan Yasin sebagai prosesi peresmian Pokso Bersama. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here