PolitikPilkada 2020Kuliah Umum di Unissula, Pak Dirman Bilang Sulit Sembunyikan...

Kuliah Umum di Unissula, Pak Dirman Bilang Sulit Sembunyikan Kejahatan Korupsi di Zaman Now

-

- Advertisment -spot_img

Cagub Jateng nomor urut 2 Sudirman Said memberikan kuliah umum di Unissula Semarang, Rabu (14/3/2018)

SEMARANG –Calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said optimis korupsi akan hilang di negeri  ini.  Korupsi adalah budaya kuno dan pasti akan ditinggalkan. Pasalnya di zaman now ini,  pada era informasi seperti saat ini, kejahatan sulit ditutupi, dan dalam tempo yang singkat akan terungkap, termasuk korupsi.

“ Perlahan tapi pasti orang akan sungkan korupsi. Tidak korupsi akan menjadi budaya. Seperti kalau keluar rumah naik motor kan harus pake helm. Bukan karena disuruh tapi karena kesadaran akan keselamatan diri dan keluarga,” terang Pak Dirman kepada media usai memberikan kuliah umum tentang Kepemimpinan yang Bersih, Jalan Menuju Kesejahteraan yang Lestari di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (Unissula), Semarang, Rabu (14/3).

Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, saat ini durasi orang menyimpan kejahatan makin pendek. Sosial media menjadi alat yang ampuh untuk mengungkap segala perbuatan manipulasi dan korupsi.

“Jadi sulit menyembunyikan kejahatan di era sekarang (zaman now). Karena itu kalau ada yang masih mau korupsi dalam situasi seperti ini, orang itu sudah ketinggalan zaman, kuno,” katanya.

Meski begitu, dalam kuliah umumnya di hadapan komuitas akademik Unissula, Pak Dirman tidak setuju dengan wacana meninjau ulang pemilihan langsung kepala daerah yang dilontarkan pimpinan KPK. KPK berpendapat besarnya biaya Pilkada langsung membuat korupsi tumbuh subur di daerah sehingga pilkada langsung perlu ditinjau ulang.

Pak Dirman menilai, jika wacana itu dijalankan itu sebuah kemunduran dalam proses demokrasi. Demokrasi tidak boleh mundur, harus terus maju dan terus diperbaiki prosesnya.

“Saya tidak setuju dengan wacana itu. Demokrasi tidak boleh ditarik ke belakang. Yang harus dilakukan adalah mendidik masyarakat untuk memilih kandidat yang bersih, memiliki integritas, dan berkompeten dalam Pilkada,” terang dia.

Pemimpin yang bersih, berintegritas, dan kompeten, lanjut Pak Dirman, akan bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat. Bekerja untuk mensejahterakan rakyat, karena tidak ada kepentingan pribadi dan kelompok di belakang kepalanya.

“Karena itu jika Indonesia ingin maju harus ada pemimpin yang bersih di seluruh level kepemimpinan. Karena hanya pemimpin yang bersih dan kompeten yang mampu membereskan segala kerumitan, dan mampu memberikan kesejateraan yang lestari,” imbuh Pak Dirman. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

XL Axiata Operasikan BTS USO di Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA- PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun infrastruktur jaringan 4G ke berbagai wilayah terpencil di Kawasan Timur...

Mengenal Lebih Dekat GM Patra Semarang Hotel & Convention

SEMARANG - Pria kelahiran Sidoarjo Jawa Timur ini mengawali karirnya sebagai seorang Pengajar, namun sejak tahun 1993 memutuskan...

Pertamina Tanam 5000 Mangrove

CILACAP– Integrated Terminal Cilacap yang merupakan unit operasi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, kembali melakukan...

Griya Riset Indonesia Siapkan Generasi Unggul Melalui Riset dan Kepenulisan

SEMARANG - Griya Riset Indonesia (GRI) hadir sebagai wadah yang membangun mental dan nalar ilmiah generasi muda yang memiliki...
- Advertisement -spot_imgspot_img

BMW Astra Card, Keanggotaan Ekslusif dengan Berbagai Manfaat

JAKARTA - Sebagai bentuk layanan menyeluruh dari BMW Astra untuk para pelanggan, BMW Astra memberikan BMW Astra Card untuk...

Reformasi Struktural Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – UOB Indonesia memproyeksikan, perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda