Ekonomi BisnisHarga Gula Naik, TPID Jateng Turun Tangan

Harga Gula Naik, TPID Jateng Turun Tangan

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemprov Jawa Tengah turun tangan, menelusuri penyebab harga gula yang mencapai Rp16.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp12.500 per kilogram. Penelusuran dimulai dari distributor, pasar tradisional sampai swalayan.

Tim melakukan pemantauan di Pasar Pedamaran, Relokasi Pasar Johar, serta swalayan Ada, Rabu (4/3/2020). Berdasarkan pantauan, harga gula di pasaran memang merangkak naik, namun stoknya masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Kabag Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng Safitri Handayani mengatakan, stok gula di Jawa Tengah masih aman. Kenaikan harga lebih disebabkan kondisi psikologis, terkait rencana giling yang baru dimulai bulan Mei.

“Stok barang masih tersedia, tidak ada kesulitan. Harga naik sejak hari Jumat (28/2/2020), mencapai Rp16.000 (per kilogram). Ada kekhawatiran akan terjadi kelangkaan gula karena musim giling baru mulai pada bulan Mei. Selain itu ada juga mereka yang mengambil dari Lampung, karena jaraknya jauh (memengaruhi rantai distribusi),” ujarnya.

Safitri mengatakan, dari pantauan tidak ada penimbunan gula. Terkait kuota impor, Safitri menyatakan telah ada persetujuan kuota impor gula mentah (raw sugar) yang disetujui.

Hal itu dibenarkan Kasi Distribusi dan Logistik Disperindag Provinsi Jateng Muktiyo Rini. Menurutnya, importasi masih dalam proses. Dimungkinkan, dalam seminggu ke depan barang akan turun.

“Penggilingan itu di akhir bulan Mei, stoknya tidak berani banyak karena harga naik. Jadi ada pesanan langsung kirim dan jual. Ketika importasinya sudah jalan dan sudah digiling (pengolahan raw sugar), harga akan kembali normal,” paparnya.

Ditambahkan, dari pantauan TPID, stok di distributor gula di Semarang masih berlimpah. Total ada 85 ton gula yang tersedia. Stok tersebut langsung didistribusikan kepada pembeli, karena distributor tak ingin menyimpan banyak barang, mengingat harga yang terus menanjak.

“Kalau menggelar pasar murah kita belum sampai ke sana. Namun TPID akan melakukan kunjungan ke produsen, untuk menyelidiki mengapa ada kenaikan harga gula,” ungkap Muktiyo.

Dia juga menegaskan, kenaikan harga gula tidak berkait dengan pendemi virus Korona. Sebab, impor gula dipenuhi dari India. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

XL Axiata Operasikan BTS USO di Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA- PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus membangun infrastruktur jaringan 4G ke berbagai wilayah terpencil di Kawasan Timur...

Mengenal Lebih Dekat GM Patra Semarang Hotel & Convention

SEMARANG - Pria kelahiran Sidoarjo Jawa Timur ini mengawali karirnya sebagai seorang Pengajar, namun sejak tahun 1993 memutuskan...

Pertamina Tanam 5000 Mangrove

CILACAP– Integrated Terminal Cilacap yang merupakan unit operasi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, kembali melakukan...

Griya Riset Indonesia Siapkan Generasi Unggul Melalui Riset dan Kepenulisan

SEMARANG - Griya Riset Indonesia (GRI) hadir sebagai wadah yang membangun mental dan nalar ilmiah generasi muda yang memiliki...
- Advertisement -spot_imgspot_img

BMW Astra Card, Keanggotaan Ekslusif dengan Berbagai Manfaat

JAKARTA - Sebagai bentuk layanan menyeluruh dari BMW Astra untuk para pelanggan, BMW Astra memberikan BMW Astra Card untuk...

Reformasi Struktural Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

JAKARTA – UOB Indonesia memproyeksikan, perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda