Ini Pecel Sederhana Rasa Juara di Ngaliyan yang Wajib Kamu Coba

Ilustrasi/istimewa

PECEL, pasti sudah tidak asing lagi kan dengan makanan yang satu ini. Rasanya yang nikmat dengan harga terjangkau, ditambah adanya aneka sayuran, menjadikannya sangat baik untuk kesehatan, sehingga cocok dinikmati siapa saja.

Nah, ketika kamu kebetulan berada di Ngaliyan Semarang, ada tempat makan pecel enak yang sudah melegenda dan wajib kamu coba. Penasaran di mana lokasinya?

Untuk menemukannya sangat lah mudah. Warung makan ini biasa disebut dengan ‘Warung Mbok Ikem’. Lokasinya berada di Perum Walisongo, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Keistimewaan Pecel Mbok Ikem ini adalah rasanya yang lengkap. Manis, pedes, seger, semuanya jadi satu dengan pas dan mantap untuk disantap.

Mbok Ikem mengatakan, jika bumbu yang dipakainya adalah hasil olahan sendiri. Setiap hari bumbu yang dipakai selalu baru karena langsung habis tidak tersisa.

“Ini bumbu buat sendiri. Enggak pernah beli instan. Dan saya dulu belajar sendiri buatnya, enggak ada yang ngajarin,” kata Mbok Ikem, Rabu (4/4).

Mbok Ikem menjelaskan, jika warung pecelnya telah ada lebih dari 30 tahun. Warungnya bisa bertahan karena selalu ramai dan selalu saja ada pembeli baru yang datang.

Dijelaskan, warung pecel tersebut sejak dulu biasa buka dari pukul 5:30 WIB hingga pukul 14:00 WIB. Dan pada hari Sabtu hanya buka setengah hari dan tutup pada hari Minggunya.

“Bukanya dari jam 5:30 WIB sampai jam 14:00 WIB. Kalau tanggal merah biasanya libur dan hari Sabtu hanya buka setengah hari, sama hari Minggunya libur juga,” ucapnya.

Pecel Mbok Ikem, harga terjangkau namun rasanya tak kalah dengan hidangan resto.

Mbok Ikem melanjutkan, Pecelnya dihargai sangat terjangkau. Hanya Rp 4.000 sudah bisa menikmati satu porsi Pecel tersebut. Selian itu tidak hanya Pecel, tersedia pula menu Soto dan Nasi Rames, aneka gorengan, serta minuman segar.

“Yang jadi favorit pertama Pecel, ini selalu kehabisan pas udah jam 13:00 WIB. Terus Soto juga favorit sama Nasi Ramesnya,” ujarnya

Mbok Ikem melanjutkan, dari menjual Pecel dan beberapa menu tersebut, ia bisa meraup untung hingga Rp 30 juta setiap bulannya. Namun keuntungan tersebut masih kotor karena harus dipakai membeli bahan.

“Setiap hari yang berkunjung itu kan lebih dari 150 orang. Kalau sebulan kira-kira bisa dapat sekitar Rp 30 jutaan,” ungkapnya.

Sementara, saat ini Mbok Ikem telah dibantu anak-anaknya untuk menjaga warung. Dari mulai belanja kebutuhan hingga mengolah bahan, semua dikerjakan sendiri tanpa ada karyawan dari luar. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here