Jawa Tengah Targetkan Investasi Tembus Rp 70 Triliun

Aktivitas pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berlangsung di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (30/3). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww/18.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan realisasi investasi tembus Rp 70 triliun di tahun 2020.

Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Ratna Kawuri mengatakan, optimistis realisasi investasi tersebut terpenuhi, mengingat hal itu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 7% di Jateng.

“Target saya Investasi sebesar Rp70 triliun dapat masuk ke Jateng tahun 2020. Sebab, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% investasi yang masuk harus besar,” katanya, Jumat (24/1/20).

Dia mengatakan, realisasi investasi yang masuk hingga triwulan III 2019 mencapai Rp 47,24 triliun. Capaian tersebut hampir menyentuh target investasi Jateng 2019 yang sebesar Rp 47,42 triliun.

“Cukup bagus untuk pencapaian akhir triwulan ke III, sebab investasi yang masuk naik 13% atau lebih banyak Rp5,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sektor usaha seperti listrik, air dan gas masih mendominasi investasi PMA di Jateng dengan kontribusi 87% sedangkan industri kulit dan alas kaki 3%, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi 2%, industri tekstil 2% dan industri makanan 2%.

“Untuk PMDN sektor listrik air dan gas berkontribusi 56%, industri makanan 8%, kawasan industri dan perkantoran 6% jasa lainnya 6% dan industri tekstil 4%,” ucapnya.

Adapun negara yang menjadi investor terbesar di Jateng masih dikuasai Jepang yang berkontribusi 89%, diikuti Korea Selatan 3%, Tiongkok 1%, Singapura 1% serta Hongkong 1%.

“Capaian di tiwulan ke IV tahun 2019 belum kita hitung total investasi yang masuk karena data masih berada di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” pungkasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here