Kejati Jateng Bentuk Tim Satgasus Tipikor

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  Yunan Harjaka melantik tim satuan tugas khusus (Satgasus) penanganan tindak pidana korupsi  di aula lantai 4 kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan no 14 Kota Semarang Jawa Tengah, Selasa (8/10).
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  Yunan Harjaka melantik tim satuan tugas khusus (Satgasus) penanganan tindak pidana korupsi  di aula lantai 4 kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan no 14 Kota Semarang Jawa Tengah, Selasa (8/10).

SEMARANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng membentuk tim satuan tugas khusus penanganan tindak pidana korupsi di Jawa Tengah.

Tim satuan tugas khusus (Satgasus)  penanganan tindak pidana korupsi dilantik langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  Yunan Harjaka di aula lantai 4 kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan no 14 Kota Semarang Jawa Tengah, Selasa (8/10).

Asisten Pidana Khusus I Ketut Sumedana menuturkan pembentukan tim khusus tersebut untuk memproses perkara baru.  Saat ini terdapat lima perkara baru tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Kejati.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan.  Kami tidak bisa ungkapkan,” ujarmya.

Menurutnya, dengan adanya tim khusus, dituntut agar dapat meningkatkan penanganan perkara.  Pihaknya menginginkan adanya penutasan, tepat waktu,  dan tunggakan setiap perkara yang ditangani.

“Diharapkan tidak ada tunggakan di zaman saya,” tegas dia.

Dikatakannya, ada dua  tim khusus yang dibentuk yaitu tim penyidikan dan penyelidikan. Setelah kedua tim tersebut menyelesaikan tugasnya maka berkas diserahkan ke tim penuntutan untuk dibawa ke persidangan.

“Kami mengambil sedikit saja personel dari daerah. Cuma aja enam sampai tujuh orang saja yang dari daerah.  Sisanya tim lama yang  efektifkan,” uajrnya.

Keberadaan tim khusus ini agar tidak terjadi lempar tanggung jawab dalam penanganan tindak pidana korupsi.  Pihaknya juga tidak membatasi kewenangan dalam penanganan kasus korupsi.

“Tidak ada limitasi ke Kejati harus berapa, kejari harus berapa.  Tapi kami lihat perkaranya tersebut pelakunya orang yang kuat,” ungkapnya.

Ketut mengatakan pembentukan tim khusus penanganan tindak pidana korupsi tersebut mencontoh pola dari Kejaksaan Agung (Kejagung).  Hal ini bertujuan untuk efektivitas dan optimalisasi penanganan tindak pidana korupsi.

“Anggaran yang digunakan masih tetap sama. Tidak ada anggaran khusus yang di kucurkan tim tersebut,” kata dia.

Disisi lain,  tim tersebut tidak hanya dikhususkan untuk penindakan saja.  Tim itu juga dibentuk untuk pencegahan.

“Kami nanti akan sosialisasi ke daerah-daerah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  Yunan Harjaka mengatakan adanya tim Satgasus tersebut diharapkan  penanganan tindak pidana korupsi bisa lebih efektif dan optimal.  Hal ini diharapkan hasilnya dapat tuntas dan berkualitas.

“Ada 26 personel yang dilantik. Tim itu terdiri dari tim penyidikan, penyelidikan, dan penuntutan, ” ujar dia.

Kajati mengatakan ada proses seleksi untuk mengisi personel tim satgasus. Pihaknya menyeleksi personel dari sejumlah Kejari di Jawa Tengah.

“Seleksi dilakukan oleh Wakajati dan Aspidsus,”imbuhnya.

Menurut Kajati personel yang ditempatkan di Satgasus tidak hanya berasal dari bidang pidana khusus saja. Ada juga personel  dari bidang lain yang ikut bergabung dalam tim tersebut.

“Yang penting bisa menangani perkara tipikor, dan mempunyai intergritas, ” kata dia. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here