UmumPendidikanKeren, Limbah Plastik di Semarang Disulap Jadi Kerajinan Bernilai

Keren, Limbah Plastik di Semarang Disulap Jadi Kerajinan Bernilai

-

- Advertisment -spot_img

Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq saat melihat aneka kerajinan dari limbah plastik, Rabu (20/2/20).

SEMARANG – Mengurangi limbah plastik di lingkungan sekitar nampaknya dilakukan serius oleh civitas akademika UIN Walisongo. Kalangan kampus itu pun menggelar festival dengan tema utama daur ulang sampah plastik.

Festival pemanfaatan limbah plastik dipusatkan di Gedung Oudetrap, Kawasan  Kota Lama Semarang, Rabu (19/2/20).

Festival terlaksana atas kerjasama sinergis antara LP2M UIN Walisongo, Pemkot Semarang, PKK Kota Semarang, Dharma Wanita Semarang, KKN MIT Kota Semarang.

Pengolahan limbah plastik digiatkan karena plastik telah menjadi masalah global. Berdasar data PBB, pada 2015, ada 400 juta ton limbah plastik.

Pada tahun berikutnya diprediksi akan terus bertambah jika dibiarkan. Sampah akan menjadi ancaman lingkungan hidup manusia, karena plastik tidak mudah diurai.

“Di media sosial, ada plastik bekas produk mie instan 1993 itu masih ada ada. Artinya plastik sangat sulit diurai. Kalau dibiarkan bisa menjadi ancaman keberlangsungan hidup manusia. Ini harus ada kebijakan konkret,” kata ketua panitia Akhmad Arif Junaidi.

Berdasarkan keinginan itu, UIN Walisongo mendorong agar ada pengolahan limbah plastik di masyarakat. Salah satunya mengirim 510 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di 34 kelurahan di Kota Semarang dengan tema utama pengolahan limbah plastik.

Sementara itu, Rektor UIN Semarang, Imam Taufiq mengatakan, produksi sampah di Semarang rata-rata mencapai 900 ton per hari. Jika dirinci, rata-rata tiap warga Semarang membuang sampah 1/2 kg per-hari. Tempat pembuangan akhir di Jatibarang hanya bisa tampung 60 persen.

Rektor mengajak agar pengolahan sampah dilakukan dengan etos yang baik. Jangan sampai ikut buang sampah sembarang.

“Berfikir sampah adalah berfikir sosial, tidak lagi persoalan pribadi,” jelasnya.

Dijelaskan rektor, sampah saat ini tidak lagi bisa disebut barang kotor, tapi dikemas untuk meraih rupiah. Sampah bisa didaur ulang, organik bisa menjadi pupuk.

“Ini tugas penting agar sampah bisa di manfaatkan. Ini tugas bersama-sama, terutama ibu-ibu,” tambahnya.

Selain itu, pengolahan sampah punya nilai religius, karena ini bagian sodaqoh. Buang sampah di jalan sama membersihkan dari duri, dan itu bagian dari ibadah.

“Mengelola sampah adalah mengelola peradaban. Pengelolaan sampah di UIN Walisongo bagian dari program besar kita. UIN Walisongo akan buat contoh pengelolaan sampah yang bagus di kota Semarang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi menjelaskan, pengolahan sampah di Semarang telah dilakukan dengan modern. Sampah yang ada di TPA Jatibarang misalnya telah disulap menjadi listrik berkapasitas hingga 20 ribu watt.

Listrik juga telah dibeli oleh PLN. Selain itu, sampah juga disulap menjadi aneķa barang berharga.

“Yang terbaru sampah plastik kami ubah menjadi aspal. Jadi, jangan buang plastik sembarangan, tapi diolah agar menjadi barang ekonomis,” sambungnya.

Dalam kegiatan ini sejumlah aneka rupa pengolahan limbah plastik dan kuliner Semarangan  dipamerkan di Kota Lama. Antara lain tas, bros, bunga, celengan, tas anyaman, dan sejenisnya. Dalam festival itu, mahasiswa KKN juga menampilkan atraksi tarian Semarangan. Tarian disajikan secara padu itu membuat peserta beramai-ramai bertepuk tangan. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Ramadan Kareem ala Patra Semarang

SEMARANG -  Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh umat muslim, salah satu momen yang paling dinanti setelah seharian...

JNE Berikan Promo Berlimpah di Bulan Ramadhan 2021

SEMARANG – Bulan Ramadhan telah tiba, seluruh masyarakat menyambut antusias dengan tradisi untuk saling berbagi kepada keluarga dan kerabat....

3Second Buka Gerai Baru di Kota Semarang dengan Konsep Family Store

SEMARANG - 3Second kembali melebarkan sayap dengan membuka Store terbarunya berkonsep Family Store di Kota Semarang, Jawa Tengah. 3Second Family Store yang berada di...

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...
- Advertisement -spot_imgspot_img

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

PGN Siapkan Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jawa Tengah

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) telah melakukan penandatanganan Memorandum of...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda