Libur Natal dan Tahun Baru, Okupansi Hotel di Semarang Capai 100 Persen

Istimewa.

SEMARANG – Momentum libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 membawa berkah tersendiri, terutama bagi hotel – hotel di Kota Semarang. Pasalnya, okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel mencapai 100 persen.

General Manager, Aston Inn Pandanaran, Yuni Manicha mengatakan, okupansi hotel yang terletak di Jalan Pandanaran ini hampir mencapai 100 persen. Bahkan pemesanan kamar melalui online travel agent (OTA) telah ditutup, dan hanya melayani tamu walk in.

“Untuk malam pergantian tahun, okupansi hotel kami sudah mencapai target atau hampir 100 persen. Kami menyisakan 10 kamar khusus untuk tamu yang walk in atau datang langsung,” katanya, Selasa (24/12/19).

Tingginya okupansi, kata Yuni, dipengaruhi oleh wisatawan yang berlibur ke Semarang. Selain itu, juga konsep yang menarik juga ditawarkan kepada pengunjung untuk merayakan malam tahun baru. Pada tahun ini, Aston Inn mengusung tema World of Cinema untuk menghibur pengunjung.

“Konsepnya adalah semua orang suka menonton film, dari super hero ataupun drama. Kami akan tampilkan cosplayer, live battle juga. Para karyawan kami juga akan menggunakan kostum superhero,” jelasnya.

Momentum tahun baru sendiri, lanjut dia, sengaja dimanfaatkan pihak hotel karena memang permintaan masyarakat yang tinggi. Tingginya permintaan masyarakat ini, menurutnya bisa menambah pendapatan dari sisi revenue dan foof and baverage.

“Mayoritas tamu yang menginap mengambil dua malam, setelah merayakan tahun baru biasanya mereka berwisata. Ataupun pergi ke pusat oleh-oleh,” katanya.

Sementara itu, Public Relations Hotel Ciputra Semarang (HCS) Shela Tiara mengaku juga memanfaatkan momentum perayaan malam tahun baru untuk menambah sisi pendapatan dan okupansi hotel.

Hotel yang berada di kawasan Simpang Lima Semarang ini, mengusung konsep acara masquarede party atau pesta topeng. Paket yang dijual cukup menguras dompet yakni mulai Rp 2,5 juta permalam.

“Malam tahun baru nanti, selain pesta topeng juga akan dilakukan pesta kembang api terlama dan terbesar di Semarang untuk menghibur tamu, dan masyarakat Semarang,” ucapnya.

Untuk tingkat hunian kamar pada malam tahun baru, saat ini terpantau masuk diangka 60 persen. Seperti tahun sebelumnya, okupansi hotel akan mencapai diangka 100 persen pada H-2 tahun baru.

“Untuk kamar yang menghadap Simpang Lima sudah terjual dari satu bulan lalu, okupansi akan mulai tinggi pada H-2 karena banyak tamu yang menginap lebih dari dua hari,” tandasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here