Nilai Ekspor Jateng Februari Turun, Impor Naik

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat nilai ekspor Jawa Tengah Februari 2019 sebesar US$ 647,05 juta atau turun 15,18% dibanding ekspor Januari 2019.

Sedangkan, nilai impor Jawa Tengah Februari 2019 sebesar US$ 1 007,20 juta atau naik 2,51% dibanding Januari 2019.

Apabila dibandingkan bulan Februari 2018, ekspor tersebut naik 1,15%, dan impor turun sebesar 12,92%.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, sedangkan ekspor nonmigas Februari 2019 mencapai US$ 643,52 juta, turun 15,29% dibanding Januari 2019. Namun jika dibandingkan ekspor nonmigas Februari 2018, naik 3,41%.

“Tiga negara tujuan ekspor non migas terbesar Februari 2019 adalah ke Amerika Serikat yaitu USS$ 214,79 juta, disusul Jepang US$ 80,68 juta dan Tiongkok US$ 46,43 juta, kontribusi ketiganya mencapai 53,98%,” jelas Sentot, Rabu (3/4/19).

Dikatakan, impor nonmigas Februari 2019 mencapai US$ 703,91 Juta atau turun 7,49% dibanding Januari 2019. Namun apabila dibandingkan Februari 2018 naik sebesar 5,13%.

Disebutnya, tiga negara pemasok barang impor non migas terbesar selama Februari 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$ 328,96, diikuti Jepang US$ 84,91, dan India US$ 48,85, dengan kontribusi ketiganya mencapai 62,26%.

“Neraca perdagangan Jawa Tengah Februari 2019 defisit US$ 360,15 juta. Neraca perdagangan migas mengalami defisit US$ 299,76 juta. Neraca perdagangan nonmigas Januari 2019 defisit US$ 60,39 juta,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here