Ekonomi BisnisNilai Tukar Petani Jateng Oktober Turun 0,11%, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Petani Jateng Oktober Turun 0,11%, Ini Penyebabnya

-

- Advertisment -spot_img

Istimewa.

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat Nilai Tukar Petani Jateng pada bulan Oktober 2018 sebesar 103,19 atau turun 0,11% dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 103,31. Penurunan NTP karena Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) naik 0,46% lebih rendah dibanding Indeks Harga Yang Dibayar Petani (lb) yang naik 0,58%.

“Dari lima subsektor pertanian komponen penyusun NTP, tiga subsektor yang mengalami penurunan indeks yaitu, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun 1,46%, subsektor Petemakan turun 0,79% dan subsektor Perikanan turun sebesar 0,54%,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, Kamis (1/11).

Sedangkan, kata dia subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor Tanaman Pangan naik 0,94% dan subsektor Hortikutura naik sebesar 0,09%.

Disebutnya, pada Oktober 2018, komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain, gabah, ubi jalar, jagung, kacang tanah, cabai rawit, kol/kubis, cabai merah,kunyit, Iengkuas, sepat, udang, gerot-gerot, tuna, kurisi/kerisi, tawes, bawal, gurame dan mujair.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain, komoditas semangka, jambu biji, alpukat, lada/merica, cengkeh, tembakau, kerbau, sapi perah, sapi potong, kambing, ayam buras, itik/bebek, rumput laut, kerapu dan kerang,” ucapnya.

Dikatakan, dari 33 provinsi di Indonesia, pada Oktober 2018 kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Bangka Belitung sebesar 1,56%. Sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Riau sebesar 1,46%. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Smartfren Sediakan Hadiah Miliaran Rupiah di Rejeki WOW Treasure Hunt Periode Ketiga

JAKARTA – Setelah sukses membagikan hadiah sekaligus membuka peluang baru untuk lebih dari 3,9 juta pemenang, sekarang Smartfren menghadirkan...

Mulai Hari Ini Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya...

Original Coklat dari Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Coklat? Makanan manis yang bisa menjadi Mood Boster untuk sebagian orang. Makanan manis satu ini tentu sangat...

Usaha Jus Organik Pelajar Semarang Ini Raup Omzet Jutaan

SEMARANG - Usaha jus buah dan sayuran organik yang ditekuni pelajar di Kota Semarang ini membawa keberuntungan bagi kondisi...
- Advertisement -spot_imgspot_img

KA Lokal PSO Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu, Kembali Beroperasi

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, kembali mengoperasikan KA Lokal PSO mulai Rabu 22 September...

Sporty Car Kian Diminati, Nasmoco Hadirkan 5 Varian Toyota Gazoo Racing

SEMARANG - Diperkenalkan sejak dua tahun lalu, deretan model Toyota Gazoo Racing mulai dari sports car GR Supra hingga...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda