September 2018, BPS Catat Impor Jateng Turun 23,53%

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono.

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat, niIai ekspor Jateng pada bulan September 2018 mencapai US$ 1.184,63 juta, mengalami penurunan sebesar 23,53% dibanding impor bulan Agustus 2018 yang sebesar US$ 1.549,07 juta.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, namun bila dibanding September 2017 atau year on year nilai impor September 2018 mengalami peningkatan sebesar 65,77% atau sebesar US$ 470,03 juta. Sedangkan impor kumulatif Januari-September 2018 mencapai US$ 10.915,80 juta naik 48,37% dari impor kumulatif Januari-September 2017 yang sebesar US$ 7.357,26 juta.

“Pada bulan September 2018 impor Jateng mencapai US$ 1.184,63 juta. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 23,53% dibanding impor bulan Agustus 2018 yang sebesar US$ 1.549,07 juta,” kata Sentot, Senin (15/10).

Dikatakan, negara pemasok barang impor terbesar ke Jateng selama periode Januari-September 2018 adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria dengan nilai impor kumulatif Januari-September 2018 masing masing sebesar USS 2.953,34 juta, US$ 2.067,40 juta, dan US$ 715,30 juta.

“Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 52,55% terhadap total impor ke Jateng selama periode Januari-September 2018,” ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, impor Jateng dari kawasan ASEAN pada periode Januari-September 2018 mencapai US$ 1132,83 juta atau berkontribusi sebesar 10,38%, terhadap total impor Jawa Tengah Januari-September 2018. Sedangkan impor dari negara-negara kawasan Uni Eropa pada periode Januari-September 2018 tercatat sebesar US$ 230,65 juta atau sebesar 2,11%.

Sementara itu, impor Jateng dari kawasan negara-negara utama lainnya (9 negara) menyumbang peranan sebesar 68,27% terhadap total impor Jawa Tengah, dengan nilai impor sebesar US$ 7.452,55 juta.

Ditambkan, produk mineral, mesin dan pesawat mekanik, serta tekstil dan barang tekstil, merupakan tiga kelompok komoditas yang mempunyai kontribusi tertinggi terhadap impor Jateng. Selama periode Januari-September 2018, kontribusi komoditas tersebut masing-masing sebesar 40,08%, 16,47% dan 14,82% terhadap total impor Jawa Tengah.

“Nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan September 2018 masing-masing sebesar US$ 436,82 juta, US$ 243,20 juta, dan USS 167,38 juta,” tutupnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here