Nilai Tukar Petani Jateng Turun 0,09 Persen di Januari 2020

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) Jateng pada awal tahun 2020 mengalami penurunan.

Adapun NTP Jateng pada bulan Januari tercatat sebesar 104,03 atau turun 0,09 persen dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 104,11.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, penurunan NTP karena Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) naik 0,81 persen, Iebih rendah dibandingkan Indeks Harga Yang Dibayar Petani (lb) yang naik 0,90 persen.

“Dari lima subsektor pertanian komponen penyusun NTP, dua subsektor mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor Tanaman Pangan naik 0,43 persen, dan subsektor Hortikultura naik 1,68 persen,” ujar Sentot, Senin (3/2/20).

Sementara, lanjutnya tiga subsektor yang mengalami penurunan indeks yaitu subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun 4,54 persen, subsektor Peternakan turun 1,45 persen, dan subsektor Perikanan turun 0,25 persen.

Untuk diketahui, NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar oleh petani.

NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Adapun titik inflasi NTP berada di angka 100, sehingga ketika NTP berada di tingkat 100 berarti harga yang digunakan oleh petani habis dibayarkan untuk kebutuhan mereka, baik itu untuk konsumsi rumah tangga maupun produksi.

Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here