Pertamina MOR IV Jateng-DIY Pacu Penjualan LPG Non Subsidi

Pertamina
General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian (kedua kiri) bersama Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Taufan Akib dalam tinjauan berbagai produk usaha yang dikembangkan masing-masing BUMN tersebut, Jumat (16/8/19).

SEMARANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengandeng perum Bulog memacu penjualan LPG non subsidi agar bisa mengurangi beban subsidi yang dikeluarkan pemerintah.

PT Pertamina MOR IV dan Bulog pun sepakat melakukan sinergi terkait pengembangan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan outlet LPG non subsidi untuk meningkatkan penjualan LPG NPSO maupun berbagai produk masing-masing.

Kegiatan perjanjian kerjasama yang diselenggarakan di koperasi usaha Migas Kota Semarang pada Jumat (16/8/19) tersebut dihadiri oleh General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian dan Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Taufan Akib beserta jajaran manajemen kedua perusahaan tersebut.

General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian mengatakan, kerjasama dengan Bulog tersebut merupakan upaya kolaborasi dan sinergitas sesama BUMN.

Dikatakan, dengan dukungan lebih dari 39 ribu outlet LPG dan 11.890 RPK tersebut, Pertamina dan Bulog yakin sinergi ini akan memudahkan masyarakat mendapatkan akses dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Adapun pada tahap awal, direncanakan sebanyak 18 RPK dan 8 outlet LPG akan dioptimalkan dalam melayani kebutuhan masyarakat akan LPG dan keperluan sehari-hari.

“Target awal yang kita ingin capai membuat outlet bersama, di mana tentu diharapkan ada terjadi kolaborasi untuk pengembangan dan penambahan outlet yang lebih dekat, lebih mudah dicapai pelanggan Pertamina maupun Bulog,” katanya.

Pihaknya berharap, melalui kerjasama tersebut dapat meningkatkan penjualan LPG NPSO yang saat masih relatif kecil yakni sekitar 3% – 5% di masing-masing kabupaten.

“Saat ini penjualan Bright Gas masih relatif kecil antara 3% – 5% per kabupaten, kita harapkan penjualan LPG NPSO tersebut dapat meningkat untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Target bisa menjual LPG NPSO di angka 20%,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Taufan Akib mengemukakan, sinergi kedua BUMN ini merupakan upaya bersama untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Dikatakan, melalui kerjasama tersebut RPK nanti selain menjual komoditas pangan, Bulog akan menjual gas NPSO Pertamina. Begitu pun sebaliknya, agen gas NPSO Pertamina bisa menjual produk komoditas Bulog.

“Melalui kerjasama dengan Pertamina ini, seluruh RPK binaan Bulog selanjutnya dapat menjual produk komersial Pertamina, utamanya tabung gas LPG non subsidi. Begitupun sebaliknya, agen dan outlet LPG Pertamina akan menjual produk Bulog. Tentu ada syaratnya juga,” tandasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here