Ponpes Darul Arqom Pastikan Dita Terduga Teroris Terpengaruh dari Luar

KENDAL- Pondok Pesantren Darul Arqom, Patean, Kendal, Jawa Tengah, memastikan Dita Siska Millenia, salah satu alumnusnya yang diamankan polisi karena diduga akan melakukan penyerangan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Sabtu (12/5) lalu, mendapatkan pengaruh dari luar.

Pimpinan Ponpes Darul Arqom Kendal KH Ishaq menduga, Dita mendapatkan pengaruh dari pihak luar yang tidak bisa terpantau oleh Ponpes Darul Arqom Kendal karena sedang menjalani masa pengabdian di Ponpes Darul Ulum, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jateng.

“Selama bersekolah di sini yang bersangkutan (Dita) biasa-biasa saja, tidak ada yang mencurigakan,” kata Ishaq, Senin (14/5).

Wakil Pimpinan Bidang Akademik Ponpes Darul Arqom Kendal Abdul Khiloq menambahkan, Dita sebenarnya sedang menjalani masa pengabdian selama satu tahun di Ponpes Darul Ulum Majenang setelah lulus.

“Dari pihak sini (Darul Arqom) sebenarnya juga melakukan pembinaan setiap tiga bulan sekali setelah siswa lulus. Selama masa pembinaan, kami juga tidak menemukan firasat atau dugaan yang enggak-enggak terhadap Dita,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dari Ponpes Darul Ulum Majenang, juga tidak mengetahui kepergian Dita karena yang bersangkutan memang pergi tanpa izin atau kabur, bahkan kedua orang tuanya juga tidak dimintai izin oleh Dita.

Hanya saja, kata dia, dari keterangan Nugraheni, kawannya yang sama-sama alumnus Darul Arqom yang menjalani masa pengabdian di Ponpes Darul Ulum Majenang ternyata Dita diam-diam membawa telepon seluler pintar (smartphone).

“Dari aturan pondok sini atau di sana sama, tidak boleh membawa ‘smartphone’. Ternyata, Dita melanggar karena diam-diam membawanya. Jadi, apa yang dilakukan Dita dengan smartphonenya tidak terpantau,” ucapnya.

Ia menambahkan, dari keterangan kawannya ternyata akhir-akhir ini Dita kerap mendapatkan telepon sembari menangis dan beberapa kali bilang mau berangkat ke Bogor, setelah dua bulan belakangan mengubah penampilan dengan memakai cadar.

Sebentar lagi, ungkapnya, Dita sebenarnya akan segera menyelesaikan masa pengabdiannya setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Darul Arqom Kendal sehingga berhak mengambil ijazahnya.

“Kalau statusnya (Dita) sudah lulus. Meski siswa sudah lulus, diwajibkan menjalani masa pengabdian di ponpes lain selama satu tahun untuk syarat mengambil ijazah,” kata Ustaz Dul, sapaan akrabnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Tafsir menjelaskan Ponpes Darul Arqom merupakan satu dari sekitar 30 ponpes di Jateng yang berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Untuk pengelolaannya diserahkan kepada masing-masing Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), kalau Ponpes Darul Arqom ya PDM Kendal. Kami pastikan pendidikan yang diajarkan Islam moderat sebagaimana dibangun Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara, Dita Siska Millenia alias Maumil alias Ukhti Dita alias Dita bersama rekannya Siska Nur Azizah alias Siska alias Fatmah alias Teteh, diamankan petugas karena kedapatan membawa sebuh gunting yang diduga akan dipakai untuk melakukan penyerangan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Dari kedua perempuan muda itu, kepolisian juga menyita barang bukti berupa dua buah kartu tanda penduduk (KTP) atas nama keduanya, dua unit telepon seluler (ponsel), dan satu buah gunting.

Diketahui, Dita, adalah warga Dusun Jambon, Gemawang, Temanggung dan Siska Nur Azizah, merupakan warga Kampung Legok 1, Indragiri, Panawangan, Ciamis, Jawa Barat. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here