PPDB Jateng, 6.200 Anak Gunakan SKTM Agar Bisa Masuk Sekolah Negeri

Kepala Balai Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) wilayah Surakata, Jasman Indradno dalam kegiatan prime topic radio Trijaya FM di Hotel Normans Semarang, Senin (9/7).

SEMARANG- Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah tahun 2018/2019 sebanyak 6.200 anak lebih menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar bisa masuk sekolah negeri di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Kepala Balai Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) wilayah Surakata, Jasman Indradno mengatakan, dari sekian pendaftar tersebut, masih dilakukan verifikasi data apakah benar yang bersangkutan benar-benar miskin.

“Tim terus melakukan seleksi dan menyesuaikan dengan jumlah daya tampung. Tim juga terus turun dan seleksi dengan melihat sejauh mana nilai akhirnya,” kata Jasman Indradno, Senin (9/7).

Dikatakan, sedangkan jumlah pendaftar dengan SKTM yang telah didiskualifikasi ada sebanyak 500 orang.

“Yang dicoret ada 500 orang, angkanya masih naik turun karena masih mencurigai yang asli tapi palsu (aspal), ada yang ngaku miskin,” ucapnya.

Dijelaskan, total siswa miskin yang diterima saat ini ada sebanyak 23.5% yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

“Siswa miskin yang diterima masih rasional, ada 23.5% seluruh Jateng. Cuma yang jadi persoalan tidak merata, di daerah ada yang 90% dan ada juga 80% miskin,” ujarnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here