PeristiwaPrihatin Nasib Nelayan, Agustina Wilujeng Minta Proses Perizinan Kapal...

Prihatin Nasib Nelayan, Agustina Wilujeng Minta Proses Perizinan Kapal Ikan Dipermudah

-

- Advertisment -spot_img

 

 

Anggota Komisi IV DPR RI Agustina Wilujeng menyerahkan cendera mata kepada Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi saat acara reses, di Kota Semarang, Selasa (20/2)

SEMARANG – Anggota Komisi IV DPR RI Agustina Wilujeng prihatin dengan nasib nelayan yang kesulitan melaut alias mencari ikan, karena birokrasi bertele-tele. Padahal dampak dari nelayan banyak yang tidak melaut cukup besar, yaitu mereka tidak bisa memenuhi kebetuhan ekonomi keluarga, stok kebutuhan ikan juga menurun sehingga asupan gizi masyaralat berkurang, dan angka kriminalitas berpotesi meningkat
“Persoalan birokrasi yang harus dijalani nelayan, yaitu mengurus izin kapal ikan cukup memberatkan. Jumlah surat dokumen yang harus sangat banyak dan juga butuh waktu lama, ” kata Agustina Wilujeng saat acara reses di Kota Semarang, Selasa (20/2).

Pertemuan reses digelar di ruang kerja Ketua DPRD Jateng. Hadir Ketua DPRD Jateng Dra Rukma Setiabudi, Ketua Komisi C Asfirla Harisanto, bebeberapa anggota Komisi B, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Lalu M Syafriadi, dan lain lain.

Atas kondisi ini, dewan dari Dapil Jateng IV ini mendesak pemerintah agar menyederhanakan proses perizinan bagi kapal ikan, dalam hal ini adalah proses pengukuran dan pendaftaran kapal ikan.

Hal ini sangat diperlukan agar para nelayan pemilik kapal tidak terlalu lama menganggur menunggu turunnya izin kapal.
“Selama ini proses perizinan dianggap rumit karena untuk mengurus izin kapal sebelum melaut membutuhkan 27 dokumen dari lembaga yang berbeda-beda. Masing-masing dokumen masa berlakunya berbeda dan juga butuh waktu lama. Ini menyulitkan nelayan,” tegas anggota Fraksi PDIP ini.
Agustina menandaskan kerumitan tersebut untuk segera disederhanakan. Perizinan kapal ikan sedang digenjot setelah pemerintah menegaskan tidak mencabut Peraturan Menteri tentang pelarangan cantrang. Namun, pemerintah memberikan perpanjangan waktu kapal cantrang untuk tetap melaut sampai dengan pengalihan alat tangkap selesai.
“Jika dirasa sulit mengurangi dokumen perizinan, saya berharap pemerintah membuatkan aturan tersendiri untuk perizinan kapal ikan, yang terpisah dari perizinan kapal penumpang. Kalau perlu UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran direvisi, ” paparnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendelegasikan kewenangan pengurusan izin kapal hingga 100 GT ke pemprov, tidak perlu sampai pusat. Sebab data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, dari 1.223 kapal cantrang, sebanyak 80 persennya berukuran diatas 30 GT sampai 100 GT. “Ini juga sebagai upaya untuk mempermudah proses perizinan,” tegasnya.

Agustina Wilujeng memberikan cendera mata kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Lalu M Syafriadi

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Lalu M Syafriadi mengatakan selama ini kebijakan ukur ulang kapal bukan hal yang mudah dilakukan. Selain SDM pengukur yang terbatas, dan memang prosesnya juga panjang. “Yang saya amati di Rembang, Pati, Batang, dan Tegal, sepi. Kapal-kapal hanya menumpuk di pelabuhan,” ujarnya.
Dia berharap proses perizinan bisa dipersingkat sehingga nelayan bisa segera melaut. (ZP/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Smartfren Sediakan Hadiah Miliaran Rupiah di Rejeki WOW Treasure Hunt Periode Ketiga

JAKARTA – Setelah sukses membagikan hadiah sekaligus membuka peluang baru untuk lebih dari 3,9 juta pemenang, sekarang Smartfren menghadirkan...

Mulai Hari Ini Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya...

Original Coklat dari Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Coklat? Makanan manis yang bisa menjadi Mood Boster untuk sebagian orang. Makanan manis satu ini tentu sangat...

Usaha Jus Organik Pelajar Semarang Ini Raup Omzet Jutaan

SEMARANG - Usaha jus buah dan sayuran organik yang ditekuni pelajar di Kota Semarang ini membawa keberuntungan bagi kondisi...
- Advertisement -spot_imgspot_img

KA Lokal PSO Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu, Kembali Beroperasi

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, kembali mengoperasikan KA Lokal PSO mulai Rabu 22 September...

Sporty Car Kian Diminati, Nasmoco Hadirkan 5 Varian Toyota Gazoo Racing

SEMARANG - Diperkenalkan sejak dua tahun lalu, deretan model Toyota Gazoo Racing mulai dari sports car GR Supra hingga...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda