VIAR Genjot Produksi Motor Listrik

0
Ignatius Kartiman (kanan) dan Dwiyanto (tengah), bersama Q1, motor listrik produk VIAR, Minggu (6/10), disela Kampanye Langit Biru, di Wisma Perdamaian Semarang.

SEMARANG – PT Triangle Motorindo pabrikan motor VIAR kini makin serius dalam menggarap pasar motor listrik. Setelah sukses dengan produk perdananya motor listrik Q1, kini VIAR tengah bersiap dengan produk barunya Motor Listrik Trail ‘E CROSS’ yang masih dalam pengujian.

Direktur PT Triangle Motorindo, Ignatius Kartiman mengatakan, produk motor listrik yang diproduksi VIAR merupakan salah satu wujud dukungannya terhadap program Langit Biru. Program Langit Biru merupakan program pemerintah dalam mengurangi emisi gas buang pembakaran yang salah satunya melalui penggunan kendaraan bertenaga listrik.

“Ini juga menjadi peluang bagi VIAR untuk mengembangkan motor listrik, dan harapannya bisa menjadi pemimpin di pasar baru ini,” katanya, Minggu (6/10), disela Kampanye Langit Biru, di Wisma Perdamaian Semarang.

Menurutnya, VIAR sebelumnya juga telah memproduksi motor berbahan bakar gasoline. Namun, setelah hadirnya Q1 dan banyak peminatnya, VIAR pun mulai memproduksi Q1 secara massal.

“Sekarang Q1 bahkan telah dikembangkan menjadi New Q1 yang lebih unggul karena memiliki slot baterai atau accu tambahan. Kalau Q1 dulu penggunaan baterainya mampu menempuh jaran 60 kilometer, kini New Q1 dengan double baterai bisa untuk menempuh jarak 120 kilometer,” ungkapnya.

Ignatius meyakini, motor listrik akan menjadi pilihan di masa depan. Selain murah, motor listrik dinilai sangat efisen dan tidak menghasilkan polusi udara.

“Kita tidak perlu ganti oli atau servis mesin. Kebutuhannya cukup suplai listrik. Dengan motor listrik maka akan memberi dampak pengiritan beaya,” ujarnya.

Marketing Manager VIAR Jawa & Kalimantan, Dwiyanto nenambahkan, saat ini permintaan motor listrik Q1 maupun New Q1 meningkat relatif tinggi. Permintaan tertinggi kini masih dari instansi dan pabrik-pabrik yang menerapkan kendaraan berbasis bebas polusi untuk sarana transportasi di wilayah kerjanya.

“Dari sisi produksinya, kini VIAR New Q1 rata-rata telah mencapai 700 unit per bulan,” imbuhnya.

Dwiyanto menuturkan, seri Q1 ini menjadi pilihan, karena selain designnya yang menarik, irit listrik, juga bandel. Oleh karena itu, VIAR termasuk kerepotan dalam menindak lanjuti permintaan pasar, sehingga perusahaan mengambil langkah untuk meningkatkan produksi setiap bulannya.

Tak hanya itu, VIAR juga akan terus merinovasi dan untuk mendukung pengembangan teknologi motor listriknya. Dalam hal ini, PT Triangle Motorindo pun telah kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, antara lain dengan UGM dan ITB, serta dengan PT PLN (Persero).

Sementara, pasar motor listrik di Jawa Tengah dinilai akan semakin bergairah jika Pemerintah Provinsi menerapkan Bea Balik Nama (BBN) 0%, sebagaimana yang berlaku di Jawa Timur atau Jawa Barat, yang hanya 2,5%. Adapun di Jawa Tengah BBN masih 12,5% dan dirasa cukup tinggi, serta memberi pengaruh besar terhadap minat konversi motor BBM ke motor listrik. (ZP/07)

Tinggalkan pesanan

email kami rahasiakan

Verified by MonsterInsights