Warga Jateng Kirim Bantuan ke Korban Gempa Lombok Rp 1,871 Miliar

Ketua DPP MAJT Prof. Dr H Noor Achmad saat menyerahkan bantuan kepada Sekda NTB

SEMARANG- Sejumlah elemen lembaga / organisasi di Jateng yang dikomando oleh MUI Jateng telah mengirim bantuan untuk korban bencana gempa tektonik di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp 1,871 Miliar. Bantuan tersebut sudah dikirim langsung ke Lombok Senin (3/9). Delegasi asal Jateng dipimpin Ketua MUI Jateng Jateng yang sekaligus Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi.

Penyaluran dana sebesar Rp 1,871 M tersebut dikumpulkan dari sejumlah elemen atas prakarsa tiga masjid di Kota Semarang, yakni Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Agung Semarang (MAS) dan Masjid Raya Baiturrahman.

Rombongan dari Jateng diterima Sekda Provinsi NTB Ir H Rosiady Husaenie Sayuti MSc PhD  di kantornya. Turut menyertai KH Ahmad Darodji antara lain  Mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz MPA, Ketua MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA, Ketua Yayasan Banda MAS Ir Khammad Maksum Al Hafidz, Sekretaris Yayasan Masjid Raya Baiturrahman KH Nawawi, Sekretaris MAJT Drs KH Muhyiddin Msi, Bendahara MAJT Nurhadi. Dari unsur Pemprov Jateng, Gubernur diwakili Kepala Biro Bangda Taviv Supriyanto, Pengurus Korpri Jateng Budi Santoso.

KH Darodji menjelaskan, bantuan Rp 1,871 miliar dari masyarakat Jateng itu antara lain dari MAJT Rp 50 juta, MAS Rp 60 juta, Masjid Baiturrahman Rp 25 juta, Pemprov Jateng Rp 1 miliar, Polda Jateng Rp 50 juta. Kemudian Baznas Jateng Rp 230 juta, Swalayan Bali Semarang Rp 5 juta, Yayasan Pendidikan Nasima Semarang Rp 76 juta, Korpri-PLN Rp 430 juta dan PMI Rp 150 juta.

“Penyaluran bantuan untuk gempa di Lombok ini, sebagai bentuk kepedulian dan ikut perihatin atas musibah di Lombok,” katanya.

Bantuan ini, kata Kiai Darodji, sebagai kelanjutan dari masyarakat Jateng yang sejak awal memulai penyaluran, seperti PWNU Jateng dan PW Muhammadiyah Jateng dan elemen masyarakat lainnya.

“Khusus keseluruhan bantuan dari Baznas Jateng, MAJT, MAS dan Swalayan Bali,  sebesar Rp 370 juta, agar digunakan untuk pengadaan masjid darurat, mengingat banyak masjid yang parah dan tidak berfungsi akibat gempa,” ucapnya.

Dalam penyerahan bantuan, Prof Dr KH Noor Achmad MA menyerahkan atas nama MAJT-Swalayan Bali, Ir Khammad Maksum Al-Hafidz atas nama MAS, KH Nawawi, Masjid Baiturrahman. Kemudian KH Ali Mufiz MPA atas nama Nasima-Polda Jateng, Taviv Supriyanto atas nama Pemprov Jateng, Budi Santoso, Korpri-PLN Jateng, KH Darodji atas nama Baznas Jateng.

Sementara, Sekda NTB  Ir H Rosiady Husaenie Sayuti MSc PhD menjelaskan, lima kali gempa, tertinggi pada 7 SR sejak 29 Juli 2018, mengakibatkan 560 orang tewas, 400 ribu warga mengungsi karena rumah hancur dan ada pula yang mengungsi karena trauma tinggal di rumah.

“Pascagempa aparat dan relawan terus membersihkan puing-puing seribu rumah lebih. Kini dimulai rehabilitasi rumah tahan gempa. Pemprov NTB membantu Rp 50 juta untuk kategori rusak berat, Rp 25 juta rusak sedang dan Rp 10 juta rusak ringan. Untuk misi tersebut sebanyak 5.563 kepala keluarga didatangkan untuk menerima bantuan,” katanya. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here