Wow, Fintech Kian Jadi Idola di Jateng-DIY

 

PERBANKAN – Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Bambang Kiswono, tengah menjelaskan perkembangan perbankan di Jateng, dalam acara “Ngopi Bareng Wartawan” yang bertempat di Rosti Cafe, Jalan Pandanaran Semarang, Senin (26/3). FOTO: M.Nurrozikan

SEMARANG – Pembiayaan melalui perusahaan financial technology (fintech) tak hanya mulai jadi idola di Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya, seperti Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Dari data yang kami miliki, perkembangan di Jawa Tengah sangat pesat dimana masyarakat mulai memahami kurang lebihnya dari Fintech,” ungkap Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY Bambang Kiswono di Semarang, Senin (26/3).

Bambang menjelaskan, fintech diminati lantaran kemudahan dari proses pengajuan dan pencairan. Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah tak adanya jaminan atau agunan.

“Fintech itu efektif dan efisien. Siapa yang tidak berminat, prosesnya mudah tanpa dengan agunan, tidak berbelit-belit dan banyak prosedur, ” kata Bambang.

Kendati demikian, Bambang mengaku bunga yang diberikan fintech masih lebih tinggi, sehingga ia meminta supaya bunga yang dipatok tidak lebih tinggi dari bunga yang diterapkan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR).

“Kalau sekarang memang tidak (belum) diatur pembatasan suku bunga. Hendaknya suku bunga berdasar nilai kewajaran,” imbuhnya.

Sementara kantor OJK Regional 3 Jateng-DIY mencatat hingga Februari 2018, transaksi fintech di wilayah tersebut mencapai Rp218,8 miliar. OJK juga mencatat terdapat 8.000 pemberi pinjaman (lender) dan 22 ribu peminjam di wilayah tersebut.

Adapun secara nasional, pinjaman yang disalurkan Fintech mencapai Rp3,54 triliun, meningkat 38,23 persen dibandingkan tahun lalu. Para periode yang sama, OJK mencatat terdapat sebanyak 128.119 pemberi pinjaman dan 546.694 peminjam. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here