YBM BRI Kanwil Semarang Peduli Ekonomi Rakyat Lewat Program BUMP dan PKUR

Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Jateng, Dra. Peni Rahayu M.Si, didampingi Wakil Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Semarang, Hasanuddin, secara simbolis menyerahkan bantuan permodalan senilai Rp Rp1.522.091.000 dari Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI Kanwil Semarang, kepada Perwakilan Penerima Manfaat Program Bantuan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP), KH DR. Ali Imron, Senin (25/11), di Hotel Candi Indah Semarang.

SEMARANG – Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI Kanwil Semarang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat di sekitarnya. Melalui dana zakat karyawan BRI, YBM BRI Kanwil Semarang tahun ini menyalurkan dana senilai Rp1.522.091.000 untuk 19 pondok pesantren dan dana senilai Rp3.020.341.000 untuk 55 kelompok Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) di wilayah Jateng.

Penyaluran dana bantuan dilakukan bersamaan dengan Launching Program Bantuan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP) dan Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), pada Senin (25/11), di Hotel Candi Indah Semarang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Semarang, Hasanuddin, didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Jateng, Dra. Peni Rahayu M.Si, Perwakilan Kanwil Kemenag Jateng, Pimpinan Pondok Pesantren, dan para perwakilan penerima manfaat.

Wakil Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Semarang, Hasanuddin mengatakan, YBM BRI sudah berdiri sejak 17 tahun silam. Adapun dana YBM BRI dihimpun dari zakat sekitar 125.000 pekerja BRI yang beragama muslim di seluruh Indonesia.

“Setiap bulan, gaji para pekerja BRI yang beragama muslim dipotong 2,5% sebagai zakat yang dihimpun oleh YBM BRI, dan kemudian disalurkan bagi yang membutuhkan di berbagai bidang, seperti sosial, ekonomi, pendidikan, maupun lingkungan,” kata Hasanuddin, disela Launching Program Bantuan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP) dan Peningkatan Ketrampilan Usaha Rakyat (PKUR) Senin (25/11), di Hotel Candi Indah Semarang.

Menurutnya, dalam bidang pendidikan, YBM BRI Kanwil Semarang pada khususnya telah membina sejumlah siswa dan mahasiswa berprestasi untuk mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah pilihannya. Termasuk juga memberikan kesempatan kepada para hafizh Alquran untuk berkuliah.

“Adapun dari sisi pemberdayaan ekonomi rakyat, YBM BRI menggandeng sejumlah pondok pesantren, serta kelompok usaha rakyat dari kalangan masyarakat kurang mampu, untuk diberikan permodalan usaha produktif demi mengangkat perekonomiannya,” ungkapnya.

Dijelaskan, dipilihnya pondok pesantren lantaran merupakan salah satu pilar yang sangat penting, dengan semangat kemandirian ekonomi, memiliki visi misi yang baik. YBM BRI sendiri ingin pondok pesantren bisa hadir lebih kokoh dan mandiri dari segi perekonomian.

Begitu pula pemilihan kelompok usaha rakyat dari warga kurang mampu ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat semakin maju dan mandiri melalui ketrampilan yang dimilikinya.

“Kali ini, YBM BRI Kanwil Semarang memilih 19 pondok pesantren yang memiliki berbagai usaha, dan 55 kelompok usaha rakyat, untuk diberikan permodalan usaha produktif, dengan kisaran bantuan mulai Rp80 jutaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dra. Peni Rahayu M.Si, selaku Asisten Ekonomi Pembangunan Pemprov Jateng mengapresiasi langkah YBM BRI dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat. Program tersebut dinilai sejalan dengan program pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam mengangkat ekonomi rakyat dan menurunkan angka kemiskinan.

Peni mengakui, di Jawa Tengah masih ada sejumlah desa miskin yang masih butuh sentuhan dan kepedulian dari pemerintah dan para stakeholder.

“Semoga program YBM BRI Kanwil Semarang ini diikuti pula oleh perbankan lainnya untuk peduli ke perekonomian di sekitarnya, tak terkecuali bagi pondok pesantren,” ujarnya.

Sementara, perwakilan Pondok Pesantren penerima manfaat dana bantuan YBM BRI, KH. DR. Ali Imron, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Ulumul Quran Mangkang menyatakan terima kasihnya ada YBM BRI Kanwil Semarang.

Ali Imron mengaku senang atas bantuan modal yang diterima pondoknya. Namun, di lain sisi ia sempat bingung mengelola dana bantuan untuk usaha ternak ayam petelur yang dimiliki pondok pesantren.

“Kendala bagi kami pada sistem administrasi pengelolaan keuangan, sehingga kita masih butuh bimbingan teknis administrasi,” terangnya.

Meski demikian, dengan bantuan tersebut cukup memberikan inspirasi bagi pondok pesantren untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha yang telah berjalan secara lebih profesional.

“Bisnis jadi lebih serius, dan semoga program bantuan modal dari YBM BRI ini bisa berkelanjutan,” tandasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here