Peristiwa40 Ribu Warga Jawa Tengah Tak Lagi Jadi Penerima...

40 Ribu Warga Jawa Tengah Tak Lagi Jadi Penerima PKH

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG – Sebanyak 40 ribu masyarakat prasejahtera di Jawa Tengah tergraduasi atau bukan lagi sebagai Keluarga Penerima Manfaat (PKM) Program Keluarga Harapan (PKH). Puluhan warga tersebut telah keluar dari PKM PKH karena sudah dapat mencukupi kebutuhan secara mandiri serta mengundurkan diri atas kesadaran sendiri.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen pun mengapresiasi PKH Jateng yang turut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan di Jateng. Sebanyak 40 ribu keluarga yang telah keluar sebagai KPM PKH merupakan penurunan angka kemiskinan yang cukup bagus.

“Saya minta pemasangan papan informasi daftar warga miskin penerima bantuan pemerintah lebih dioptimalkan. Karena ternyata pemasangan stiker di rumah warga penerima manfaat sangat efektif. Setelah pemasangan stiker sebagai tanda warga penerima PKH, banyak warga yang mengundurkan diri karena merasa malu dan sadar dirinya tidak berhak menerima bantuan,” katanya baru-baru ini.

Korwil PKH Jateng II M Arif Rohman Muis menyebutkan, hingga Oktober 2019 tercatat sebanyak 40 ribu dari 1.500 KPM PKH di Jateng graduasi atau telah keluar sebagai PKM PKH. Rinciannya, sebanyak 24 ribu KPM PKH adalah graduasi kategori mampu dan 16 ribu graduasi mandiri.

“Graduasi mampu artinya sudah mampu secara ekonomi dan layak keluar sebagai KPM PKH. Sedangkan graduasi mandiri, karena keluarnya atas kesadaran sendiri. Mereka sadar bahwa sudah tidak layak mendapatkan bantuan PKH,” jelasnya.

Menurutnya, penempelan stiker PKH di setiap rumah penerima bantuan pemerintah tersebut cukup efektif. Tidak sedikit penerima PKH yang kondisi ekonominya mampu, telah mengundurkan diri sebagai KPM PKH dengan kesadaran sendiri.

“Kami juga memasang papan informasi daftar penerima bantuan PKH yang dipasang di depan balai desa, sehingga masyarakat pun mengetahui dan memantau siapa saja warga yang mendapat bantuan,” terangnya.

Sementara itu, berbagai program terus digencarkan. Di antaranya menyelenggarakan pelatihan pengemasan makanan ringan dan membuat beragam produk kerajinan berbahan bambu.

Program pelatihan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Magelang tersebut merupakan kerjasama Kemensos dengan Kementerian Perindustrian.

“Selain upaya pemberdayaan masyarakat, kami juga mengajak warga prasejahtera berwirausaha. Setelah usaha membuka usaha, selanjutnya akan dibantu pendampingan dan permodalan untuk mengembangkan usaha,” pungkasnya. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Smartfren Sediakan Hadiah Miliaran Rupiah di Rejeki WOW Treasure Hunt Periode Ketiga

JAKARTA – Setelah sukses membagikan hadiah sekaligus membuka peluang baru untuk lebih dari 3,9 juta pemenang, sekarang Smartfren menghadirkan...

Mulai Hari Ini Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Menjadi Rp 45.000

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya...

Original Coklat dari Hotel Santika Pekalongan

PEKALONGAN - Coklat? Makanan manis yang bisa menjadi Mood Boster untuk sebagian orang. Makanan manis satu ini tentu sangat...

Usaha Jus Organik Pelajar Semarang Ini Raup Omzet Jutaan

SEMARANG - Usaha jus buah dan sayuran organik yang ditekuni pelajar di Kota Semarang ini membawa keberuntungan bagi kondisi...
- Advertisement -spot_imgspot_img

KA Lokal PSO Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu, Kembali Beroperasi

SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, kembali mengoperasikan KA Lokal PSO mulai Rabu 22 September...

Sporty Car Kian Diminati, Nasmoco Hadirkan 5 Varian Toyota Gazoo Racing

SEMARANG - Diperkenalkan sejak dua tahun lalu, deretan model Toyota Gazoo Racing mulai dari sports car GR Supra hingga...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda