Agustus, Mesin Predator Sampah Diimplementasikan di Kota Tegal

Mesin pengolah sampah menjadi briket bahan bakar pengganti fosil tersebut akan segera diimplementasikan di Kota Tegal.

SEMARANG – PT Kemasan Ciptatama Group berkomitmen untuk mendatangkan Mesin Predator Sampah ke Kota Tegal pada bulan Agustus mendatang. Mesin pengolah sampah menjadi briket bahan bakar pengganti fosil tersebut akan segera diimplementasikan di Kota Tegal.

“Saya tadi sudah minta komitmen dari Pak Wahyudi (Owner PT. Kemasan CIptatama Group, red), mungkin bulan Agustus akan datangkan Mesin Predator Sampah. Nanti mungkin di Kecamatan Tegal Timur dulu kita implementasikan di sana. Sambil kita review satu bulan bagaimana hasilnya. Setelah itu mungkin kita bisa meng-invite pemerintah daerah yang lain ke Kota Tegal melihat solusi sampah yang menjadi momok nasional,”ungkap Wakil Wali Kota Tegal saat Kunjungan di pabrik milik PT. Kemasan Cipta Prima Jl. Tugu Industri IV/15KIT Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Rabu (22/07/2020).

Kunjungan ke pabrik tersebut merupakan kelanjutan kunjungan ke Workshop Mesin Predator Sampah di PT. Kemasan Ciptatama Sempurna di Provinsi Jawa Timur, Selasa (21/07/2020) kemarin. Kunjungan lanjuutan ini untuk melihat produk Mesin Predator Sampah yang berupa briket dimanfaatkan untuk bahan bakar pengganti fosil di pabrik yang khusus memproduksi styrofoam untuk kemasan.

Jumadi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal Ir. Resti Drijo Prihanto, M.Si, Kepala Dinas Permukiman Rakyat (Disperkim) Ir. Eko Setyawan, MUM, dan Kepala Bappeda Kota Tegal Ir. Gito Musriyono dan diterima oleh Owner PT Kemasan Group yang juga Pembina Yaksindo PKPS serta Sekjen Adupi Wahyudi Sulistya dan Pengawas Yaksindo, Inisiator PKPS dan Direkur GIF Asrul Hosain beserta manajemen PT Kemasan Ciptatama Sempurna.

Dikatakan Jumadi, dengan diimplementasikannya Mesin Predator Sampah diharapkan menjadi solusi sampah secara total dengan 3R yakni recycle, reuse, dan reduce. Jika sudah berhasil, sebut Jumadi, maka Pemkot Tegal akan mengundang dan mengajak Pemerintah Daerah lain untuk menatakelola sampah dengan baik menggunakan Mesin Predator Sampah dimulai dari Kota Tegal. Tentu saja, sebut Jumadi, hal tersebut hasil kerja sama dengan Yaksindo, ADUPI dan PT Kemasan Group yang telah membuat mesin predator sampah.

“Setelah terlihat hasilnya dan bisa dipamerkan dalam artian bisa di copy paste oleh pemerintah daerah yang lain, mari sama-sama kita membangun Indonesia dari hal yang paling orang selama ini pikirkan kumuh, jelek, tidak bersih mengenai sampah. Mari kita sama-sama selesaikan dari orang yang tidak pikirkan, bahwa sebenernya awalnya tidak ada sampah, kita yang menciptakan sampah makanya kita kembali mengolah sampah agar tidak ada sampah lagi, bisa bermanfaat untuk apapun,” jelas Jumadi.

Apalagi sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dikatakan Jumadi, pasal-pasalnya mewajibkan bagaimana Pemerintah Daerah harus menatakelolakan sampah sendiri.

“Seharusnya baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pengusaha, fokus bagaimana mengimplementasikan UU itu. Andaikan semua taat regulasi pasti tidak akan ada lagi sampah yang menjadi momok bagi bangsa ini. Sudah kita selesaikan dengan mematuhi regulasi ini,” tegasnya.

Owner PT Kemasan Group Wahyudi Sulistya Wahyudi berkomitmen untuk mendukung tata kelola sampah di Kota Tegal khsusunya dan di Indonesia pada umumnya.

“Kita berharap dengan menyelesaikan sampah end to end seperti yang diminta oleh Pemkot Tegal, itu bisa diselesaikan di seluruh wilayah Provinsi di seluruh Indonesia, baik di kabupaten maupun Kota. Itu harapan dari Yaksindo, GIF dan PT. Kemasan Group,” tutur Wahyudi.

Sementara itu Pengawas Yaksindo Asrul Hosain mengatakan bulan Agustus pihaknya sudah mulai action, sambil persiapan instalasi Mesin Predator Sampah di Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal dan mencoba edukasi ke masyarakat yang terlibat dalam pengolahan sampah disana.

“Jadi mungkin kita akan ketemu pada bulan September minggu kedua, Insya Allah mesin sudah bergerak dan sambil evaluasi dan semingu dua minggu kemudian dilaksanakan lokakarya yang akan mengundang stakeholder khususnya di Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat,” kata Asrul optimis.

Sebelum kunjungan ke PT Kemasan Cipta Prima, dilaksanakan video conference bersama Account Manager/Plastics Sales APAC, PT Trinseo Materials Indonesia Dony Wahyudi dan Sustainability Director/Responsible Care Indonesia Hanggara Sukandar di Hotel Azana Semarang.

Dalam kesempatan itu terjadi kesepakatan dan dukungan serta kolaborasi terhadap progam-program yang akan dilaksanakan berbagai pihak yang terlibat agar seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia melaksanakan penatakelolaan sampah baik dan menjadikan Kota Tegal sebagai pelopornya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here