Ekonomi BisnisAntisipasi Dampak Perang Dagang, Pemprov Jateng Jajaki Pasar Ekspor...

Antisipasi Dampak Perang Dagang, Pemprov Jateng Jajaki Pasar Ekspor Timur Tengah

-

- Advertisment -spot_img

Kepala Disperindag Jawa Tengah, Arif Sambodo saat ditemui di Kantor Diperindag Provinsi Jateng di Semarang, Selasa (10/7).

SEMARANG- Mengantisipasi dampak perang dagang yang terjadi antara Amerika dan Tiongkok, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng mulai menjajaki pasar ekspor ke negara-negara Timur Tengah.

Kepala Disperindag Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, adanya kebijakan negara Amerika dan negara maju lainnya yang akan meninjau ulang kebijakan tarif ekspor ke negara berkembang memaksa pemerintah Indonesia untuk membuka pasar ke negara lainnya.

“Di samping kita meningkatkan kualitas produk ekspor, kita juga membuka peluang pasar baru, seperti di Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan dan Eropa Timur,” kata Arif Sambodo, Kamis (12/7).

Dikatakan, sudah saatnya Indonesia mulai melihat pasar non tradisional ke negara-negara tersebut agar dampak peninjaun tarif ekpor yang diwacanakan negara-negara maju tersebut bisa diminimalisir.

“Kita perlu menengok pasar non tradisional. Kita sudah bicara dengan pemerintah Chili, Afrika Selatan, dan nanti November ada pembicaraan di Jeddah, ini jadi upaya dorongan membuka pasar ekspor kita,” ujarnya.

Dikatakan, produk yang diekspor nantinya bermacam-macam, tidak hanya tekstil dan barang tekstil, namun juga ada furniture, produk makanan minuman dan lainnya.

“Dan di Arab barang dari logam mereka itu suka, permintaannya cukup tinggi, sehingga ini menjadi potensi yang sangat besar,” ucapnya.

Dejalaskan, untuk mempermudah rencana tersebut, akan dilakukan beberapa langkah seperti pembicaraan dengan negara terkait, promosi dan lainnya.

“Ini jadi sasaran untuk melebarkan pasar, kita akan komunikasi dan promosi. Ini jadi misi dagang. Kita juga baru saja melatih para eksportir agar tahu cara membuka pasar ekspor karena negara-negara itu berbeda dalam menyikapi, sehingga kita harus tahu pola-polanya,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

SIG Bukukan Kenaikan Laba 29,7%

JAKARTA- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada semester 1 tahun 2021 berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada...

Sambut HUT RI, KAI Hadirkan Livery Khusus

SEMARANG- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 dengan memasang...

BULOG Jateng Pastikan Beras PPKM Tepat Kualitas

SEMARANG- Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah memastikan, beras yang digunakan untuk 'Program Bantuan Beras PPKM' memiliki kualitas dan kuantitas...

Bayar Listrik di Awal Bulan Lebih Nyaman dengan Aplikasi PLN Mobile

JAKARTA – Listrik memudahkan hidup orang di kehidupan modern ini. Namun jangan lupa membayar biaya listrik sesuai penggunaan agar...
- Advertisement -spot_imgspot_img

FASTLab Semarang Buka di UTC Convention Hotel

SEMARANG - Menjaga daya tahan tubuh dengan mengatur pola makan, istirahat yang cukup serta olahraga teratur menjadi hal yang...

SNI untuk Jamin Kualitas Mutu Madu

JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih terus melanda dunia termasuk Indonesia. Memperkuat dan meningkatkan imunitas tubuh merupakan salah satu cara...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda