Bank Sampah Resik Becik Kreasikan Sampah Plastik Jadi Kerajinan Bernilai Jual

Ika Yudha memamerkan kreasi di Bank Sampah Resik Becik, Kamis (3/10/19).

SEMARANG – Berbagai macam kreasi handmade hasil olahan sampah plastik bungkus kopi hingga bungkus makanan berjejer rapi di salah satu sudut ruang Bank Sampah Resik Becik di Jl Cokro Kembang, Krobokan, Semarang Barat.

Terdapat aneka kreasi tas berukuran kecil hingga besar, dompet warna-warni, dan beberapa kreasi lain seperti gantungan kuncil serta tempat pensil semua berbahan dasarkan sampah plastik

Pendiri Bank Sampah Resik Becik, Ika Yudha mengatakan, dalam membuat aneka kreasi dari sampah plastik membutuhkan waktu berbeda tergantung model yang akan dibuat.

“Kalau tas dari bungkus kopi bisa cepat pembuatannya kalau bahan bakunya ada. Untuk semua produk ini punya waktu produksi berbeda beda. Semakin rumit ya semakin lama,” kata Ika, Kamis (3/10/19).

Adapun produk dari sampah plastik tersebut dibandrol relatif terjangkau. Untuk gantungan kunci mulai Rp 5 ribu, dompet berada di kisaran Rp 15 ribu – 25 ribu, dan tas ada yang berharga hingga Rp 100 ribu.

“Kalau untuk produk termahal, kami punya tikar anyam. Karena proses pembuatannya yang lama dan rumit, ukuran 1,5 x 1,5 meter saja kami hargai Rp 750 ribu. Jadi memang agak mahal, karena hanya melayani pesanan saja,” katanya.

Dikatakan, keberadaan Bank Sampah Resik Becik sendiri sengaja digagasnya untuk mengurangi sampah plastik di sekitar lingkungannya.

“Kalau Bank Sampah di Semarang ini sebenarnya sudah banyak. Sekitar 60-an. Ada yang modelnya hanya mengepul sampah plastik dan disetorkan lagi ke pengepul untuk diolah. Ada juga yang seperti kami yang diolah menjadi kreasi barang handmade,” jelasnya.

Ia berharap Bank Sampah Resik Becik bisa semakin bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat yang menjadi mitra pengumpulan sampah.

“Kalau di Malang itu, saya pernah baca bisa sampai buat Asuransi kesehatan dari sampah. Bogor bisa buat bayar SPP anak. Kita pengennya kayak gitu. Pengen banyak variasi produk juga lah,” pungkasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here