Bertemu Ratusan Kiai dan Guru TPQ, Inilah Pengakuan Jujur Cawagub Ida

 

Cawagub nomor urut 2 Ida Fauziyah saat bertemu dengan para guru TPQ di Demak, Sabtu (24/2/2018)

 

DEMAK – Keberadaan Taman Pendidikan al-Quran (TPQ) maupun tenaga pendidiknya harus mendapat perhatian maksimal dari pemerintah. Sebab keberadaannya sangat memberi arti dalam membangun karakter anak-anak.

Hal itu diungkapkan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah saat bersilaturahmi dengan ratusan guru TPQ perempuan yang digelar Fatayat dan Muslimat NU di Gedung Ikatan Haji Muslimat NU Demak, Sabtu (24/2).

Mengawali pembicaraan, Ida menanyakan kepada semua peserta yang hadir, apakah mengenal dirinya? Seluruh peserta langsung kompak menjawab mengenal mantan ketua umum Fatayat ini.

Menurut Ida, para guru TPQ ini merupakan sosok terdepan dalam membangun karakter pada anak-anak.

“Jadi saya dan pak Sudirman Said juga berkomitmen untuk memberikan perhatian yang lebih atas keberadaan TPQ ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ida juga menyampaikan pikiran dan gagasannya untuk membangun Jawa Tengah ke depan. Sebagai calon wakil gubernur, Ida menegaskan dirinya harus benar-benar memiliki tekad kuat membawa provinsi ini semakin lebih baik.

“Karena pilkada itu harus dibangun dengan pilihan-pilihan. Tentu yang mencerdaskan masyarakat,” tegas ketua Lembaga Ketahanan Keluarga (LKK) PBNU ini.

Ida menyatakan, bersama Sudirman ingin menyusun APBD yang pro wong cilik, pesantren, dan perempuan. “Pesantren ini tentu termasuk TPQ. Karena lembaga ini merupakan pendidik dan penjaga akhlak. Tentu kita akan bersinergi dengan kabupaten/kota,” jelasnya.
Sebelum acara ini, Ida menghadiri acara Forum Silaturahmi Kiai Demak (Forsikade) di Ponpes Subulussalam, Domenggelan, Bintoro Demak.
Ida Fauziyah bisa guyon (bercanda) dengan ratusan kiai di kabupaten Demak.

Mantan ketua umum Fatayat ini diberi kesempatan berbicara di podium dalam acara tersebut. Acara juga dihadiri pengasuh Ponpes Futuhiyyah Mranggen, Demak KH Hanif Muslih.

“Kulo ndredek (saya gemetar) diberi kesempatan seperti ini,” ujar Ida mengawali pembicaraan setelah mengucapkan salam, kepada hadirin.

Sontak ucapan Ida itu membuat semua yang hadir tertawa. Menurut Ida, dirinya yang pernah menjadi santri di Ponpes Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi suatu kebanggan bisa berbicara di hadapan ratusan tokoh agama.

“Ini jadi kebanggan bagi saya, bisa sowan, silaturahmi, dan berbicara seperti ini. Ndredek saya bicara. Ampun-ampun, nyuwun ngapunten,” katanya.

Ketua Lembaga Ketahanan Keluarga (LKK) PBNU ini juga memohon maaf kepada hadirin, karena tidak bisa silaturahmi dari rumah ke rumah. Sebab waktu yang dimilikinya sangat terbatas. “Jadi saya sangat berterima kasih diundang dalam acara seperti ini. Ini suatu kebanggan bagi saya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengenalkan dirinya yang saat ini menjadi calon wakil gubernur mendampingi Sudirman Said. Tak lupa, Ida mengenalkan sosok Sudirman Said kepada hadirin.

“Kalau bapak-bapak kiai pernah mendengar kata-kata papa minta saham, pak Sudirman ini adalah sosok dibalik munculkan ungkapan itu. Saat itu beliau menjabat menteri ESDM,” katanya.

Selain itu, jelas Ida, Sudirman Said juga merupakan sosok yang bersih, dan selalu melawan tindak pidana korupsi. “Pak Sudirman ini juga sosok yang mendorong lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” terangnya. (ZP03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here