Fiesta White Tea Raih Prestasi Best New Beverage Concept 2018

JAKARTA – Fiesta White Tea produksi PT Singa Mas Indonesia ( SMI ), anak perusahaan Charoen Pokphand kembali meraih prestasi. Tidak tanggung-tanggung 2 prestasi sekaligus yang diberikan oleh Komoditas dan Info bisnis berupa sertifikat sebagai “Best New Beverage Concept 2018 Category Tea Ready To Drink”. Sertifikat diserahterimakan langsung oleh Editor in Chief Komoditas dan Info Bisnis, Epung Saepudin kepada Brand Manager Fiesta White Tea, Yohan Arsianto.
Sejak diluncurkan pada Mei 2015 yang lalu, kini Fiesta White Tea menjadi minuman favorit, karena White Tea memiliki Antioksidan yang tinggi dan memiliki banyak manfaat seperti menurunkan kolesterol, melindungi jantung, menurunkan kadar gula darah, mengurangi penuaan dan pengerutan pada kulit dan mencegah terjadinya mutasi sel penyebab kanker dan sebagai antivirus serta antimikroba, asal di minum secara rutin.
“Fiesta White Tea pertama di Indonesia, yaitu produk minuman teh ready to drink dengan bahan dasar White Tea. Dipetik dari daun teh termuda, tanpa bahan pengawet, tanpa pemanis buatan dengan
2 pilihan rasa yang memiliki keunikan tersendiri, yaitu rasa Lychee dan Jasmine,” kata Yohan, Sabtu (17/3).
PR and Marketing Event Manager, Santo Kadarusman, menambahkan SMI khusus bergerak di industri beverage RTD. Brand yang digunakan untuk produk-produk utamanya adalah “FIESTA” karena Fiesta sudah dikenal sebagai brand yang mengusung kualitas dan mutu produk produknya.
Fiesta White Tea sendiri sebelumnya pernah menerima beragam Award. Pertama, Top Tech Choice 2016, Best Innovator In White Tea – Asian Silver Needle Tea – Cold Filling Drink Technology. Kedua, Marketing Award untuk The Best in Market Driving untuk FiestaWhite Tea. Ketiga adalah IBCA atau Indonesia Business & Company Award.
“Serta yang terakhir adalah Penghargaan “Pertama di Indonesia” 2017 yang merupakan apresiasi untuk PT Singa Mas Indonesia, anak perusahaan Charoen Pokphand sebagai Perusahaan yang memiliki kapasitas, dedikasi dan profesionalisme”, tutup Santo. (ZP/05)