NasionalGanjar Minta Pimpinan Daerah Perbesar Akses Milenial Bangun Ekonomi...

Ganjar Minta Pimpinan Daerah Perbesar Akses Milenial Bangun Ekonomi Kreatif

-

- Advertisment -spot_img

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

SEMARANG – Untuk kali pertama, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah Jawa Tengah mengundang perwakilan anak muda untuk berbicara di hadapan bupati walikota. Anak-anak muda ini sengaja diundang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo agar mencekoki para pemangku wilayah dengan virus ekonomi kreatif.

Ganjar melakukan sesuatu di luar kebiasan itu karena ingin seluruh Bupati/Wali Kota se Jawa Tengah membangun ekonomi kreatif di daerah masing-masing. Caranya, dengan menggandeng dan memberikan akses sebesar-besarnya kepada generasi muda.

“Saya sengaja mengundang anak-anak muda dalam gelaran Musrenbang ini untuk mendengarkan ide segar mereka. Tadi itu ada usulan bagus, mereka memberikan gambaran yang baru soal industri kreatif. Ini bisa memberikan inspirasi, bahwa ada banyak hal yang bisa dikerjakan untuk meningkatkan ekonomi,” kata Ganjar usai Musrenbangwil Kedungsepur di Kota Lama Semarang, Rabu (11/3).

Ganjar mengatakan, selama ini dirinya selalu memberikan pembinaan kepada anak muda untuk mengoptimalkan potensi masing-masing. Belum lama ini, dirinya melaunching coworking space yang digunakan sebagai tempat berlatih para startup muda di Jateng.

“Tidak perlu berpikir besar untuk menggerakkan seluruh potensi ekonomi kreatif se Jateng, tapi bisa yang kecil-kecil dulu. Misalnya Kota Lama di Semarang ini, siapa yang mau mengembangkan ekonomi kreatif di sini kalau bukan anak-anak muda. Nanti kami akan berikan pendampingan dan pembinaan,” imbuhnya.

Tak hanya perkotaan, peran anak muda dalam pengembangan ekonomi kreatif lanjut Ganjar juga bisa digalakkan hingga ke tingkat desa. Di Lasem Rembang misalnya, disana ada tempat yang bisa dijadikan pengembangan industri kreatif anak muda.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh Bupati/Wali Kota agar peduli terhadap optimalisasi peran anak muda di daerah masing-masing.

“Entah seni, film, kriya dan lainnya itu bisa dibuat. Saya minta kawan-kawan muda ini aktif dan tidak hanya menunggu. Nanti kami dorong seluruh Kabupaten/Kota memberikan ruang pada kawan-kawan ini agar eksis. Tidak hanya pada tataran konsep, tapi aksi nyata di lapangan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Ekonomi Kreatif (KEK) Jateng, Adin Hysteria yang hadir dalam Musrenbangwil Kedungsepur mengatakan, selama ini upaya peningkatan ekonomi di Jateng selama ini hanya fokus pada pembangunan pabrik dan industri manufaktur lainnya. Sementara di sektor industri kreatif, peran pemerintah dirasa masih belum optimal.

“Padahal, industri kreatif yang banyak digerakkan anak muda, terbukti berhasil menyumbang peningkatan ekonomi sangat besar di Indonesia,” kata dia.

Menurut Adin, pandangan daerah terhadap industri kreatif masih sebelah mata. Selama ini kalau bicara peningkatan ekonomi, biasanya yang dipikirkan hanya membangun pabrik dan lainnya.

“Padahal, ada potensi besar yang belum digarap, yakni industri kreatif yang kini digemari anak-anak muda saat ini. Dan ini potensinya sangat bagus apabila digarap dengan benar,” imbuhnya.

Dari Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkeraf) mencatat, industri kreatif menyumbang 7,44 persen dari total perekonomian nasional. Tiga industri kreatif yang paling banyak adalah kuliner, fashion dan kriva.

Selain itu, banyak daerah yang sukses dengan pengembangan industri kreatifnya. Bangka Belitung misalnya, daerah itu menjadi terkenal dan maju berkat industri film dan novel.

“Jateng bisa mengoptimalkan itu. Banyak potensi yang ada di Jateng, baik dari sisi geografis maupun sumber daya manusianya. Banyak anak muda di Jateng yang berpotensi mengembangkan itu,” tegasnya.

Tak hanya di perkotaan, kemajuan teknologi kini membuat anak muda di desa juga menjadi kreatif. Banyak inovasi yang dimunculkan karena keisengan, waktu luang dan pengalaman masing-masing.

Namun selama ini, mereka belum terarah dengan baik. Sehingga, startup-startup yang muncul belum begitu terasa dampaknya terhadap peningkatan ekonomi di Jateng.

“Dalam forum ini, saya berharap seluruh Kabupaten/Kota di Jateng bisa meningkatkan potensi ekonomi kreatif yang digerakkan anak-anak muda. Mereka bisa menciptakan inovasi baru dalam peningkatan ekonomi di Jawa Tengah,” tutupnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Ramadan Kareem ala Patra Semarang

SEMARANG -  Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh umat muslim, salah satu momen yang paling dinanti setelah seharian...

JNE Berikan Promo Berlimpah di Bulan Ramadhan 2021

SEMARANG – Bulan Ramadhan telah tiba, seluruh masyarakat menyambut antusias dengan tradisi untuk saling berbagi kepada keluarga dan kerabat....

3Second Buka Gerai Baru di Kota Semarang dengan Konsep Family Store

SEMARANG - 3Second kembali melebarkan sayap dengan membuka Store terbarunya berkonsep Family Store di Kota Semarang, Jawa Tengah. 3Second Family Store yang berada di...

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...
- Advertisement -spot_imgspot_img

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

PGN Siapkan Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jawa Tengah

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) telah melakukan penandatanganan Memorandum of...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda