Ekonomi BisnisJateng Diperkirakan Surplus 2,8 Juta Ton Beras Hingga Akhir...

Jateng Diperkirakan Surplus 2,8 Juta Ton Beras Hingga Akhir 2020

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan pangan di Jawa Tengah aman. Bahkan diperkirakan ketersediaan beras masih surplus sekitar 2,8 juta ton hingga akhir 2020.

Kepala Distanbun Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro mengatakan, Jateng merupakan daerah yang menjadi salah satu penyangga pangan nasional.

“Untuk ketersediaan pangan di Jawa Tengah cukup, aman. Sampai saat ini saja sudah 2,4 juta ton beras, dan diperkirakan sampai akhir tahun surplus sekitar 2,8 juta ton beras,” ujarnya saat kegiatan Panen Raya di Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal.

Terjaganya produksi padi, lanjutnya, mengingat eberapa lahan pertanian padi di provinsi ini dapat melakukan masa tanam tiga kali dalam satu tahun. Bahkan hasil pertanian padi Jateng mampu memasok kebutuhan pangan di sejumlah daerah di Indonesia.

“Seperti di Kecamatan Dukuhwaru ini hampir semua lahan bisa tanam padi tiga kali. Kalau gabah biasanya ke Jawa Barat. Tapi kalau beras itu banyak, seperti Sulawesi, Kalimantan, Lampung dan Sumatra Utara, bahkan sampai Batam,” ungkapnya.

Keberhasilan di sektor pertanian itu, tak lepas dari upaya yang dilakukan Distanbun Jateng, di antaranya mendorong sistem percepatan. Ditunjang dengan kondisi iklim yang lebih baik dibanding 2019 lalu, dan adanya lahan yang bisa tiga kali masa tanam dalam satu tahun

“Selain itu, kita melakukan pengamatan produksi, pengamatan dini dan langsung melakukan pengendalian untuk kewaspadaan hama,” paparnya.

Suryo juga menerangkan terkait program padi hamparan, yakni dengan menanam padi menggunakan bibit unggul berkualitas ekspor. Kedua, sistem ini menggunakan satu manajemen untuk mengelola bibit, lahan dan mengatasi gangguan hama dan kendala iklim.

“Untuk program padi hamparan hampir di semua kabupaten di Jawa Tengah sudah ada,” imbuhnya.

Ditambahkan, selain padi, hasil pertanian yang mengalami surplus adalah jagung, yakni, sekitar 3,2 juta ton jagung.

“Untuk jagung memang mayoritas untuk kebutuhan industri pakan dan pakan ternak rakyat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

PLN Berikan Bantuan Listrik Gratis di Jawa Tengah

SEMARANG - PLN memberikan bantuan penyambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Jawa Tengah. Bantuan...

Pakai Smartfren di Realme C21 Ada Bonus Kuota 384 GB Hingga Hadiah Smart TV

JAKARTA - Smartfren kembali menghadirkan paket bundling terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kali ini pelanggan yang membeli smartphone Realme...

XL Axiata Donasikan 100 Laptop ke Belasan Pesantren

BOYOLALI -  PT XL Axiata (XL Axiata) menyalurkan donasi 100 unit laptop dan sarana akses internet untuk 12 pondok pesantren...

Apindo Semarang Jamin Perusahaan Bayar THR Secara Penuh

SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang memastikan perusahaan di kawasan ini akan membayar Tunjangan Hari Raya (THR)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Dipimpin Evolusi OLED, Lini TV LG Tahun 2021 Siap Meluncur

JAKARTA - PT LG Electronics Indonesia (LG) mengeluarkan pernyataan kesiapan perusahaan dalam memperkenalkan lini TV terbarunya di tahun ini....

SIG Bukukan Laba Rp450,36 Miliar

*Kuartal I Tahun 2021 JAKARTA– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Kuartal I tahun 2021 mencatatkan laba yang dapat diatribusikan...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda