Ombak Tinggi Hingga 4 Meter di Pantai Selatan, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

SEMARANG- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Stasiun Klimatologi Semarang mengimbau masyarakat di sekitar pantai selatan waspada mengingat potensi ombak tinggi masih akan terjadi beberapa waktu ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Tuban Wiyoso mengatakan, proyeksi ombak tinggi diperkirakan masih terjadi hingga 3 Januari 2019. Ombak tinggi antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di laut pantura Jawa Tengah.

Disebutnya, ombak tinggi antara 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Ditambah, ombak tinggi juga diprediksi terjadi di Samudera Hindia selatan Cilacap, Samudera Hindia Kebumen, Samudara Hindia Purworejo dan Samudera Hindia Selatan Yogyakarta.

“Tinggi Gelombang lebih dari 1,25 meter, perahu nelayan disarankan jangan melaut dulu, karena masih berisiko terhadap keselamatan. Apalagi di selatan Jawa (tengah) tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter,” ujar Tuban, Rabu (2/1).

Dikatakan, ombak tinggi di perairan Jawa beresiko terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat yang tinggal dan beraktvitas di pesisir di sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diminta untuk selalu waspada.

Sementara terkait dengan resiko keselamatan pelayaran, BMKG meminta agar insan pelayaran memperhatikan informasi dari BMKG. Perahu nelayan berkecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter, Kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, Kapal Fery dengan kecepatan angin 21 Knot dan tinggi gelombang 2,5 meter dan Kapal besar seperti kapal Kargo/kapal Pesiar dengan kecepatan angin 27 knot dan tinggi gelombang 4 meter.

“Imbauan kepada masyarakat yang beraktifitas disekitar pantai agar tetap waspada terhadap gelombang tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan karena ada ombak tinggi, nelayan di Kota Semarang, Jawa Tengah terpaksa mengkandangkan kapalnya di dermaga di Kampung Tambaklorok, Semarang. Mereka tak berani melaut karena ada ombak tinggi di perairan laut Jawa Tengah.

Nelayan Tambaklorok, Semarang, Sugiarto (43), menjelaskan, pihaknya dan teman-teman nelayan kebanyakan menghentikan aktivitas melautnya. Menurutnya, ombak tinggi yang saat ini terjadi membuat nelayan kesulitan menjala ikan.

“Kalau dipaksakan melaut tidak ada hasilnya. Ikan juga tidak ada karena ombaknya besar,” ujar Sugiarto.

Sugiarto menambahkan, pihaknya tidak bisa melaut sejak akhir Desember 2018 lalu, hingga saat ini. Di laut Jawa, terjadi hembasan angin yang cukup kencang hingga para nelayan sulit mengendalikan perahunya.

Akibat nelayan yang tidak melaut, pasokan ikan hasil laut menurun. Sejumlah komoditas mulai cumi-cumi dan hasil ikan laut lain mulai kesulitan di pasaran. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here