Penjualan Eceran Kota Semarang Agustus 2019 Meningkat 3,1%

SEMARANG – Pada Agustus 2019, penjualan eceran Kota Semarang diindikasikan mengalami peningkatan secara bulanan.

Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil Survei Penjualan Eceran, dimana indeks penjualan eceran riil (IPR) tercatat sebesar 178,6 atau naik sebesar 3.1% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Soekowardojo mengatakan, kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 03% (mtm).

“Peningkatan penjualan secara bulanan dialami oleh Iima dari delapan kelompok komoditas, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok barang budaya dan rekreasi (7,0%; mtm) serta peralatan dan komunikasi (6,8%; mtm),” kata Soekowardojo, Jumat (4/10/19).

Adapun kelompok komoditas yang mengalami penurunan terdalam yaitu kelompok sandang (-4,0%; mtm).

Lebih Ianjut, secara tahunan, penjualan eceran di Kota Semarang masih mencatatkan penurunan. Pada Agustus 2019, IPR menurun sebesar 1,0% (yoy), tidak sedalam penurunan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,7% (yoy).

“Analisis secara lebih rinci, penurunan penjualan ritel secara tahunan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas, dengan penurunan terdalam pada kelompok komoditas barang lainnya sebesar 17,4% (yoy) serta barang budaya dan rekreasi sebesar 5,9% (yoy). Sementara itu, kelompok komoditas perlengkapan rumah tangga mengalami peningkatan sebesar S,5% (yoy),” jelasnya.

Disebutnya, kenerja penjualan eceran Kota Semarang pada September 2019 diperkirakan mengalami penurunan secara bulanan. Perkembangan ini tercermin dari perkiraan IPR September 2019 yang tercatat sebesar 178,3; atau turun sebesar O,2% (mtm).

“Lima dari delapan kelompok komoditas diperkirakan mengalami penurunan omset dibandingkan bulan sebelumnya, dengan penurunan terdalam pada kelompok barang budaya dan rekreasi (3,1%; mtm),” jelasnya.

Dikatakan, sedangkan ekspektasi omset penjualan pada tiga dan enam bulan yang akan datang masih berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan yang berada di atas angka 100. Indeks Ekspektasi Omset Penjualan 3 bulan mendatang (Desember 2019) tercatat sebesar 171,1; sementara Indeks Ekspektasi Penjualan 6 bulan mendatang (Maret 2020) sebesar 153,3.

Selanjutnya, kenaikan harga secara umum diperkirakan masih terjadi pada tiga dan enam bulan yang akan datang (Desember 2019 dan Maret 2020).

“lndikasi ini terlihat dari lndeks Ekspektasi Harga Umum 3 bulan mendatang (Desember 2019) sebesar 157,8 dan Indeks Ekspektasi Harga Umum 6 bulan mendatang (Februari 2020) yang sebesar 160,0,” pungkasnya. (ZP/07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here