Ekonomi BisnisPerekonomian Jateng Tumbuh 5,32% di 2018

Perekonomian Jateng Tumbuh 5,32% di 2018

-

- Advertisment -spot_img

SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat pada tahun 2018 kondisi ekonomi Jawa Tengah mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun 2017.

Adapun tahun 2018 ini ekonomi Jateng tumbuh 5,32%, menguat dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 5,26%.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, perekonomian Jawa Tengah berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai Rp 1.268.700,97 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 941.283,28 miliar.

“Ekonomi Jawa Tengah tahun 2018 tumbuh 5,32%, menguat dibandingkan tahun 2017 yang sebesar 5,26%. Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Lapangan Usaha lnformasi dan Komunikasi sebesar 12,39%. Pada sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor sebesar 11,42%,” kata Sentot, Rabu (6/2).

Dijelaskan, dari struktur ekonomi Jawa Tengah tahun 2018 sisi produksi masih tetap didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan yaitu sebesar 34,50%, sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) yang mencapai sebesar 60,58%.

Ditambahkan, sedangkan ekonomi Jawa Tengah Triwulan IV-2018 mengalami pertumbuhan sebesar 5,28%, dibandingkan dengan triwulan yang sama pada 2017 (y-on-y).

Disebutnya, ekspansi ekonomi tersebut didorong oleh semua Iapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Kesehatan yang tumbuh 11,49%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 9,87%.

“Ekonomi Jawa Tengah Triwulan IV-2018 mengalami kontraksi sebesar 2,11%, jika dibandingkan dengan Triwulan III-2018 (q-to-q). Kontraksi Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 25,07% menjadi faktor utama yg menekan ekonomi Triwulan IV-2018. Dari sisi pengeluaran, kontraksi ekonomi Jawa Tengah Triwulan IV dikarenakan laju pertumbuhan Komponen (Impor hingga mencapai 11,45%. Impor merupakan komponen pengurang dalam penyusunan PDRB,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

PGN Siapkan Pasokan dan Infrastruktur Gas Bumi di Jawa Tengah

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) telah melakukan penandatanganan Memorandum of...

XL Axiata Luncurkan Paket Keluarga ‘AKRAB’

*Berbagi Kuota, Berbagi Kebersamaan JAKARTA- Menyambut bulan Ramadan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan produk inovatif yang bisa mempererat...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Realme 8 dan 8 Pro Kini Hadir di Semarang dan Yogyakarta, Dijual Mulai Rp 3,5 Jutaan

SEMARANG – Realme, merek smartphone Favoritnya Anak Muda mulai meluncurkan realme 8 dan 8 Pro, realme Buds Air 2...

Sido Muncul Sumbang Rp500 Juta Korban Banjir NTT Lewat Kemensos

JAKARTA- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4/2021), telah menelan ratusan korban...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda