Sri Mulyani Apresiasi Kebijakan Cukai Beresiko Tinggi

ORASI ILMIAH : Menkeu Sri Mulyani saat menyampaikan orasi ilmiah di Unibraw Malang. (@kemenkeuRI)

MALANG – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kebijakan Bea Cukai tentang cukai beresiko tinggi yang dikeluarkan tahun 2017. Kebijakan tersebut diakui ikut mendukung bagusnya kinerja ekonomi nasional pada 2017.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani melalui akun Twitter KemenkeuRI saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis Unibraw Balangan ke-55, Jumat (5/1).

Dalam kesempatan itu Srimulyani mengajak semua stakhoders untuk bersama – sama mendorong pertumbuhan ekonomi 2018.

Diketahui, Bea Cukai tahun 2017 memang menertibkan kebijakan impor berisiko tinggi untuk menciptakan iklim usaha yang sehat. Ini merupakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai yang telah memiliki perencanaan yang komprehensif dan visi serta misi yang jelas.

Program ini dinilai dapat mengubah paradigma masyarakat bahwa Bea Cukai bukan sekadar lembaga pemerintah pengumpul penerimaan negara. Tetapi menjadi fasilitator dan protektor bagi ekonomi dan perdagangan.

Itu juga merupakan peran strategis Bea Cukai dalam menopang kekuatan ekonomi termasuk menjadi leader dalam perbaikan ekonomi secara struktural.

Dalam menangani impor berisiko tinggi, Bea Cukai akan mengambil langkah taktis dengan bersinergi dengan kementerian dan lembaga. Langkah Bea Cukai dalam penanganan impor berisiko tinggi sudah tepat. Hal ini dikarenakan permasalahan tersebut bukan semata milik Bea Cukai atau Kementerian Keuangan saja. (ZP/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here