Sudirman Sebut Pilgub Jateng Hampir Renggut Nyawa Timnya

Sudirman Said beserta tim pemenangan dan advokatnya saat jumpa pers di Hotel Grasia Semarang, Kamis (28/6).

SEMARANG- Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said menyebutkan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jateng kali ini hampir saja merenggut nyawa tim suksesnya.

Sudirman mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/6) lalu sekitar pukul 23.30 WIB yang mana tim yang tengah membawa dana konsumsi untuk saksi disergap oleh 5 mobil dan ditodong dengan pistol.

“Jadi tim kami yang sedang membawa dana konsumsi saksi yang bergerak dari Jakarta menuju Semarang, di tengah jalan disergap 5 kendaraan di tol. Supir dan penumpang ditodong pistol. Ketika menodong tim kami menemui mereka bau minuman. Dalam keadaan mabuk yang kita tahu bagaimana resikonya,” kata Sudirman saat jumpa pers di Hotel Grasia Semarang, Kamis (28/6).

Dikatakan, timnya tersebut lantas dibawa ke sebuah kantor dengan tuduhan supirnya adalah pengguna narkoba dan dengan tuduhan tim yang dibawa sebagai bandar narkoba.

“Dan dengan tuduhan uang yang dibawa itu, yang kita tahu sebagiannya dari menggadaikan rumah saya dianggap sebagai hasil transaksi narkoba,” ujarnya.

Ditambahkan, timnya tersebut dibawa selama semalaman dari jam 23.30 hingga menjelang subuh, dan baru diketemukan pada jam 12.00 siang.

“Subuh dapat komunikasi dari istri mengatakan tidak bisa temukan dan menelpon (suaminya) sampai pukul 7.08 WIB. Dan dengan teknologi dan tim yang turun baru jam 12 siang ditemukan di mana lokasinya,” ucapnya.

Dijelaskan, berkat kuasa Tuhan kesemua timnya tersebut bisa diselamatkan berserta uang yang dibawanya.

“Hanya karena kuasa Allah SWT, hanya karena kuasa Tuhan tim berhasil selamat,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kejadian itu menjadi catatan penting dalam Pilgub kali ini. Pihaknya megaku menceritakan kasus tersebut bukan karena tidak terima dinyatakan kalah namun ingin menghargai suara rakyat yang telah mendukungnya.

“Catatan penting bahwa Pilgub nyaris merenggut nyawa tim sukses karena tindakan-tindakan entah siapa itu, yang melakukan kekerasan. Dalam bahasa kami, kita sebut sebagai menyabot perjalanan uang yang akan dipakai konsumsi saksi,” terangnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here