Survei BI: Penjualan Eceran Kota Semarang Menurun pada Oktober 2019

Pembeli tengah mencari barang di salah satu pusat perbelanjaan di Semarang, Selasa (3/11/19).

SEMARANG – Survei Bank Indonesia pada Oktober 2019 mencatat penjualan eceran Kota Semarang diindikasikan mengalami penurunan secara bulanan.

Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil Survei Penjualan Eceran, dimana indeks penjualan eceran riil (IPR) tercatat sebesar 180,3 atau turun sebesar 0,6% (mtm).

Adapun kondisi penurunan tersebut berbanding terbalik dibandingkan bulan lalu yang mengalami peningkatan sebesar 1,5% (mtm).

Kepala Grup Sistem Pembayaran, PUR, Layanan, dan Administrasi BI Jateng, Anton Daryono mengatakan, secara tahunan, penjualan eceran di Kota Semarang masih mencatatkan penurunan.

Pada Oktober 2019, IPR menurun sebesar 1,0% (yoy), sama dengan besar penurunan bulan sebelumnya yang juga sebesar 1,0% (yoy).

“Penurunan penjualan ritel secara tahunan terjadi pada empat kelompok komoditas, dengan penurunan terdalam pada kelompok komoditas barang lainnya sebesar 17,2% (yoy) serta sandang sebesar 13,9% (yoy). Sementara itu, kelompok komoditas peralatan dan komunikasi mengalami peningkatan sebesar 4,1% (yoy),” ujar Anton, Selasa (3/12/19).

Meski demikian, lanjutnya kinerja penjualan eceran Kota Semarang pada November 2019 diperkirakan mengalami peningkatan secara bulanan. Perkembangan ini tercermin dari perkiraan IPR November 2019 yang tercatat sebesar 181,9; atau naik sebesar 0,9% (mtm).

“Tujuh dari delapan kelompok komoditas diperkirakan mengalami peningkatan omset dibandingkan bulan sebelumnya, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok barang budaya dan rekreasi (10,9%; mtm) dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya (4,3%; mtm),” jelasnya.

Disebutnya, ekspektasi omset penjualan pada tiga dan enam bulan yang akan datang juga masih berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan yang berada di atas angka 100.

Indeks Ekspektasi Omset Penjualan 3 bulan mendatang (Februari 2020) tercatat sebesar 135,6; sementara Indeks Ekspektasi Penjualan 6 bulan mendatang (Mei 2020) sebesar 177,8.

Selanjutnya, tekanan harga secara umum diperkirakan menurun pada tiga bulan yang akan datang (Februari 2020). Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum 3 bulan mendatang sebesar 133,3. Namun, tekanan harga secara umum diperkirakan meningkat pada enam bulan yang akan datang (Mei 2020) dengan Indeks Ekspektasi Harga Umum 6 bulan mendatang sebesar 188,9. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here