Impor Jateng Naik, Produk Mineral, Tekstil dan Pesawat Mekanik Mendominasi

Istimewa.

SEMARANG- Produk mineral, Teksil dan pesawat mekanik bawa Jateng mengalami kenaikan impor cukup tinggi sampai 18,71%. Ini dikarenakan, ketiga produk tersebut merupakan bahan baku bagi sebagian besar industri di Jawa Tengah.

Adapun, ketiga barang tersebut selama periode Januari-Agustus 2018, kontribusi komoditas tersebut masing-masing sebesar 40,47%, 14,90% dan 15,97% terhadap total impor Jawa Tengah. Nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Agustus 2018 masing-masing sebesar US$746,59 juta, US$172,53 juta, dan US$285,71 juta.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Jateng, Sri Herawati mengatakan, nilai impor Jawa Tengah bulan Agustus 2018 mencapai US$1.548,79 juta, mengalami peningkatan sebesar 18,71% dibanding impor Juli 2018 yang sebesar US$1.304,64 juta.

Kendati demikian, bila dibanding Agustus 2017 (year on year) nilai impor Agustus 2018 mengalami peningkatan sebesar 60,90% (US$ 586,19 juta). Impor kumulatif Januari-Agustus 2018 mencapai US$9.730,88 juta naik 46,49% ari impor kumulatifJanuari-Agustus 2017 (US$6.642,66 juta).

Sri menuturkan, negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari-Agustus 2018 adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria dengan nilai impor kumulatif Januari-Agustus 2018 masing masing sebesar US$2570,62 juta, US$1778,18 juta, dan US$715,30 juta. Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 52,04% terhadap total impor ke Jawa Tengah periode Januari-Agustus 2018.

“Tiongkok, Arab Saudi dan Nigeria memang menjadi negara pemasok barang impor terbesar di Jateng. Sumbangsih ketiga negara tersebut memang sangat mempengaruhi perekonomian di Jawa Tengah,” kata Sri, Senin (17/9).

Ditambahkan, Impor Jawa Tengah dari kawasan ASEAN pada periode JanuariAgustus 2018 mencapai US$1.035,49 juta atau berkontribusi sebesar 10,64 persen terhadap total impor Jawa Tengah JanuariAgustus 2018.

Impor dari negara-negara kawasan Uni Eropa pada periode Januari-Agustus 2018 tercatat sebesar US$212,89 juta (2,19%). Sedangkan impor Jawa Tengah dari kawasan negaranegara utama lainnya (9 negara) menyumbang peranan sebesar 68,10% terhadap total impor Jawa Tengah, dengan nilai impor sebesar US$6.626,96 juta.

“Impor di Jateng memang cukup tinggi. Namun pemerintah provinsi sedang mencari bahan subtitusi untuk menekan impor bahan baku luar dari luar negeri,” pungkasnya. (Z

Impor Jateng Naik, Produk Mineral, Tekstil dan Pesawat Mekanik Mendominasi

SEMARANG – Produk mineral, Teksil dan pesawat mekanik bawa Jateng mengalami kenaikan impor cukup tinggi sampai 18,71%. Ini dikarenakan, ketiga produk tersebut merupakan bahan baku bagi sebagian besar industri di Jawa Tengah.

Adapun, ketiga barang tersebut selama periode Januari-Agustus 2018, kontribusi komoditas tersebut masing-masing sebesar 40,47%, 14,90% dan 15,97% terhadap total impor Jawa Tengah. Nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas ini pada bulan Agustus 2018 masing-masing sebesar US$746,59 juta, US$172,53 juta, dan US$285,71 juta.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Jateng, Sri Herawati mengatakan, nilai impor Jawa Tengah bulan Agustus 2018 mencapai US$1.548,79 juta, mengalami peningkatan sebesar 18,71% dibanding impor Juli 2018 yang sebesar US$1.304,64 juta.

Kendati demikian, bila dibanding Agustus 2017 (year on year) nilai impor Agustus 2018 mengalami peningkatan sebesar 60,90% (US$ 586,19 juta). Impor kumulatif Januari-Agustus 2018 mencapai US$9.730,88 juta naik 46,49% ari impor kumulatifJanuari-Agustus 2017 (US$6.642,66 juta).

Sri menuturkan, negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari-Agustus 2018 adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Nigeria dengan nilai impor kumulatif Januari-Agustus 2018 masing masing sebesar US$2570,62 juta, US$1778,18 juta, dan US$715,30 juta. Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 52,04% terhadap total impor ke Jawa Tengah periode Januari-Agustus 2018.

“Tiongkok, Arab Saudi dan Nigeria memang menjadi negara pemasok barang impor terbesar di Jateng. Sumbangsih ketiga negara tersebut memang sangat mempengaruhi perekonomian di Jawa Tengah,” kata Sri, Senin (17/9).

Ditambahkan, Impor Jawa Tengah dari kawasan ASEAN pada periode JanuariAgustus 2018 mencapai US$1.035,49 juta atau berkontribusi sebesar 10,64 persen terhadap total impor Jawa Tengah JanuariAgustus 2018.

Impor dari negara-negara kawasan Uni Eropa pada periode Januari-Agustus 2018 tercatat sebesar US$212,89 juta (2,19%). Sedangkan impor Jawa Tengah dari kawasan negaranegara utama lainnya (9 negara) menyumbang peranan sebesar 68,10% terhadap total impor Jawa Tengah, dengan nilai impor sebesar US$6.626,96 juta.

“Impor di Jateng memang cukup tinggi. Namun pemerintah provinsi sedang mencari bahan subtitusi untuk menekan impor bahan baku luar dari luar negeri,” pungkasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here