PolitikPilkada 2020Kata Ganjar, Polemik Rokok Tidak Semata-mata Dilihat dari Kesehatan

Kata Ganjar, Polemik Rokok Tidak Semata-mata Dilihat dari Kesehatan

-

- Advertisment -spot_img

Cagub Nomor 1 Ganjar latihan membikin rokok saat mengunjungi prabik rokok PT Norojono Kudus, Senin (26/2)

KUDUS – Hari ke 12 waktu kampanye Pilgub Jateng 2018 Senin (26/2) cagub nomor 1 Ganjar Pranowo mengunjungi beberapa pabrik rokok (PR) di Kudus.

Menurut Ganjar Pranowo, industri rokok tidak hanya menjadi penopang ekonomi nasional, tapi lebih khusus menjadi sandaran hidup ribuan pekerja selama puluhan tahun. Karena itulah kebijakan pemerintah terhadap rokok dan tembakau harus mempertimbangkan banyak aspek tidak hanya ekonomi tapi juga sosial.

“Saya bertemu ibu-ibu yang jumlahnya ribuan. Mereka sudah puluhan tahun bekerja di sini, satu sama lain sudah seperti keluarga, pabrik rokok ini sudah menjadi gantungan hidup keluarganya turun temurun,” katanya.

Menurut Ganjar, jika soal rokok hanya memperhatikan alasan kesehatan, maka industri rokok akan tergencet bahkan bisa jadi tutup.
“Tapi kan tidak bisa begitu, bagaimanapun ada ribuan bahkan jutaan pekerja dan petani yang menggantungkan hidup dari sini,” ujarnya

Ada beberapa perusahaan yang dikunjungi Ganjar, diantaranya PT Djarum Kudus, PT Norojono dan Sukun.
Saat mengunjungi pabrik rokok PT Nojorono Ganjar menyempatkan bertemu para buruh pelinting rokok kretek yang seluruhnya perempuan dan rata-rata sudah berusia tua.

Salah satunya Rukati (58). Perempuan asli Kudus ini mengaku sudah 47 tahun bekerja sebagai buruh pelinting rokok. Ketika Ganjar mendekat, Rukati langsung berseru.

“Pak Ganjar, kemarin saya lihat njenengan di TV acara dangdutan,” kata Rukati.

“Lho kok ngerti,” sahut Ganjar

“Main ketoprak juga nggih pak,” sahut pekerja yang lain.

Selama setengah jam Ganjar berkeliling pabrik yang memiliki 2. 000 karyawan itu. Ia sempat mencoba membikin rokok. Dia melinting tembakau dengan diajari salah satu karyawan.

Setelah dua kali mencoba, kader PDI Perjuangan itu akhirnya berhasil. Hanya saja rokok kretek buatannya tidak sesuai ukuran standar.

“Ternyata susah, butuh keterampilan khusus, ibu-ibu ini hebat,” ujar Ganjar yang saat itu juga disertai istrnya Atiqah Ganjar. (zp/03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Bentomie, Perpaduan Mie dan Bento

SEMARANG- Pengunjung Prima Raja Resto yang berada di kawasan Puri Anjasmoro Semarang kini diberikan ragam pilihan menu. Selain seafood...

Masjid Megah Pendiri JNE, diresmikan Gubernur Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG– Masjid Jami’ Soeprapto Soeparno pertama kali dibangun oleh pendiri JNE, Almarhum Bapak H. Soeprapto Soeparno tahun 1979....

XL Axiata Dukung Geliat Wisata Jawa Tengah

*Pastikan Kualitas Jaringan di Magelang, Wonosobo, dan Temanggung MAGELANG- Industri wisata di Jawa Tengah terus menggeliat dan mencoba bangkit, antara...

Dorong Produksi Ekspor, PLN Tambah Daya Produsen Tas

KUDUS– PLN melakukan energize PT Wanxinda Travel Goods. Produsen tas ini menyepakati penambahan daya dari daya I2/197 kilo Volt...
- Advertisement -spot_imgspot_img

PLN Mendukung Pengembangan Ekosistem Electric Vehicle

SEMARANG- PT PLN (Persero) siap mendukung program pemerintah terkait percepatan implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau Electric...

PLN Sambung Listrik Gratis di Kulon Progo

YOGYAKARTA- PLN kembali melakukan penyambungan gratis kepada masyarakat kurang mampu di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Program Corporate Social Responsibility...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda