PeristiwaMusim Tanam, Serapan Pupuk di Area Pertanian Sekitar Pabrik...

Musim Tanam, Serapan Pupuk di Area Pertanian Sekitar Pabrik Semen Rembang Meningkat Tajam

-

- Advertisment -spot_img

Seorang petani di Rembang mengangkut pupuk untuk lahan pertaniannya.

REMBANG– Para petani di sekitar pabrik semen Indonesia di Rembang yakin hasil panen mereka tidak akan terpengaruh oleh keberadaan pabrik semen di wilayahnya. Bahkan data beberapa kelompok tani menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pertanian.

Hal itu terlihat dari adanya peningkatan serapan pupuk untuk semua jenis di area pertanian tersebut. Menurut data 10 kelompok tani di Tegaldowo untuk musim tanam tahun ini terjadi lonjakan kebutuhan pupuk dari tahun sebelumnya.

Tercatat pada musim tanam tahun 2017 lalu serapan pupuk urea misalnya mencapai 864 ton.

“Adapun pada tahun 2016 lalu serapan pupuk urea di Desa Tegaldowo hanya  695  ton,” ungkap Triningsih, pemilik UD Mutiara yang saat ini menjadi pengecer resmi pupuk bersubsidi di Tegaldowo.

Untuk dicatat, pertanian di Desa Tegaldowo pada tahun 2017 – 2018 ini mengalami 3 kali musim tanam. Sementara tahun tahun sebelumnya hanya 2 kali musim tanam.

“Hasil panen kami juga meningkat tajam,” ungkap ketua kelompok tani Sumber Mulyo Tegaldowo, Eko Purwanto.

Memasuki pertengahan bulan Februari 2018 ini para petani di sekitar Pabrik Semen Indonesia di Rembang mulai panen jagung dan sebagian lahan sudah mulai musim tanam padi.

Terkait dengan fakta tersebut para petani merasa heran dengan sekelompok orang yang  hingga hari ini masih bersikeras menolak pabrik dengan melakukan aksi aksi di Jakarta.

“Kalau mereka petani, harusnya bulan bulan ini sibuk panen dan persiapan musim tanam bukan malah demo di Jakarta” tutur Pujo, Petani asal Desa Timbrangan saat ditemui sedang sibuk menggarap sawahnya.

Hal senada ditegaskan oleh Gunawan, ketua Gapoktan Makmur Desa Pasucen yang sangat dekat dengan area pabrik.

“Kami justru merasa bersyukur ada pabrik semen. Sebab di sela sela menunggu panen kami masih bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari pengaruh ekonomi adanya pabrik semen,” paparnya.(ZP/02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Telkomsel Ajak Masyarakat Lakukan #YangKitaBisa

JAKARTA – Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi, Telkomsel berupaya untuk menempatkan diri berdampingan bersama masyarakat...

Komunitas Tionghoa Semarang Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

SEMARANG - Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (PORINTI) Kota Semarang membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Pembagian tersebut dilakukan bersama...

90% Dikorbankan, Efektifkah PPKM?

SEMARANG - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng menilai, sejumlah Kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah terjadi...

Brantas Abipraya Gelar Vaksin COVID-19 Gratis

JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penularan virus ini. Guna menyokong...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Subholding Gas Bersinergi Serahkan Bantuan 50 Tabung Oksigen ke RS UGM

YOGYAKARTA – Subholding Gas Grup sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) bersinergi dalam menyerahkan bantuan oksigen sebanyak...

Qurban Dermawan Menyapa Masyarakat Urban Semarang

SEMARANG - Dibalik megahnya Ibu Kota Jawa Tengah ternyata masih ada wilayah terpinggirkan yang masyarakatnya tidak berkesempatan menikmati lezatnya...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda