NasionalPemkot Semarang Diminta Perhatikan Kehidupan PSK Sunan Kuning Pasca...

Pemkot Semarang Diminta Perhatikan Kehidupan PSK Sunan Kuning Pasca Ditutup

-

- Advertisment -spot_img

Anggota Komisi VI DPR, Juliari Batubara saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerja di lingkungan Rw V Kel Sukorejo Kecamatan Gunung Pati Semarang, Kamis (15/8/19)

SEMARANG – Anggota Komisi VI DPR, Juliari P Batubara meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperhatikan kehidupan PSK Sunan Kuning sebelum lokalisasi tersebut resmi ditutup.

Politisi PDI Perjuangan itu meminta, Pemkot Semarang memikirkan dampak-dampak yang ditimbulkan dari penutupan lokalisasi.

“Harus dipikirkan dampak-dampaknya. Para PSK di sana akan bekerja apa, mereka kan juga manusia, apa mereka mau jadi PSK kan tidak. Harus dipikirkan jangan asal sembarang ditutup, mereka punya anak, menyekolahkan anak, menafkahi keluarganya,” kata Juliari di Semarang, Kamis (15/8/9/19).

Dikatakan, Pemkot Semarang harus bertanggung jawab terhadap nasib PSK yang ada tersebut karena mereka sudah ada bertahun-tahun dan menjadikannya sebagai sumber mencukupi kebutuhan hidup.

Menurutnya, rencana tali asih yang diberikan kepada masing-masing PSK bisa dipertimbangkan kembali apakah akan cukup untuk menanggung kehidupan mereka seberapa lama.

“Kalo ditutup dipikir solusinya. Ditutup sah-sah saja, namun jangan diperlukan layaknya seorang penjahat, mereka harus dilakukan manusiawi. Mereka akan bekerja apa, anak sekolah bagaimana biayanya, mencari makanan bagaimana, yang selama ini mereka menafkahi dari situ. Harus dipertimbangkan lebih matang,” tandasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebelumnya merencanakan penutupan Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning (SK) ditargetkan pada akhir Agustus. Namun, pelaksanaannya menyesuaikan sejumlah kondisi.

Kondisi yang dimaksud menunggu pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019. Saat ini, hasil APBD Perubahan telah diserahkan ke Gubernur Jateng.

“Kalau itu sudah jadi dan sudah sampai di Kota, Insyaallah akhir Agustus kita lakukan penutupan,” ujarnya.

Hendi menyebutkan, APBD-P tersebut juga termasuk didalamnya adalah dana untuk mengeluarkan tali asih kepada ratusan PSK yang ada di SK. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

BlibliMart GoLocal Joglosemar Penuhi Kebutuhan Belanja Ramadan Jateng Dan DIY

JAKARTA – BlibliMart, kategori groceries di e-commerce lokal terdepan Blibli, memperkuat dukungannya terhadap pasar ritel Jawa Tengah di Ramadan dan Idul Fitri...

Ramadan Kareem ala Patra Semarang

SEMARANG -  Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh umat muslim, salah satu momen yang paling dinanti setelah seharian...

JNE Berikan Promo Berlimpah di Bulan Ramadhan 2021

SEMARANG – Bulan Ramadhan telah tiba, seluruh masyarakat menyambut antusias dengan tradisi untuk saling berbagi kepada keluarga dan kerabat....

3Second Buka Gerai Baru di Kota Semarang dengan Konsep Family Store

SEMARANG - 3Second kembali melebarkan sayap dengan membuka Store terbarunya berkonsep Family Store di Kota Semarang, Jawa Tengah. 3Second Family Store yang berada di...
- Advertisement -spot_imgspot_img

LG Borong 31 Red Dot Award

JAKARTA- Tak hanya dari inovasi, kepiawaian LG dalam meramu produk elektroniknya juga menyentuh hingga penciptaan desain yang mengesankan. Sebagai...

CIMB Niaga Perkuat Kapabilitas OCTO Mobile Jadi Super App

JAKARTA- Seiring meningkatnya aspirasi nasabah terhadap layanan finansial berbasis digital, perbankan terus berinovasi meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, sehingga dapat...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda