Pemuda Didorong Lebih Berani Berwirausaha

Anggota DPR Juliari P Batubara dalam kunjungan kerjanya di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (3/3).

SEMARANG – Anggota DPR Juliari P Batubara mendorong pemuda agar lebih berani berwirausaha. Pasalnya saat ini jumlah lapangan kerja sudah tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja sehingga wirausaha menjadi solusinya.

Menurut Juliari, berwirausaha butuh tekat yang kuat agar bisa memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa sukses berwirausaha.

“Pemuda bisa bewirausaha, namun tidak semua pemuda dan orang-orang bisa, hanya yang punya kegigihan, sehingga peluang itu bisa ditemukan,” ujar Politikus PDI Perjuangan itu di Semarang, Minggu (3/3).

Disebutnya, ada macam-macam wirausaha yang bisa dipilih. Namun harus disesuaikan dengan kapasitas masing-masing agar berjalan lancar.

Di sisi lain, kata dia jika memang belum berani berwirausaha bisa mulai dengan sedini mungkin memperkuat skill agar mampu bersaing di dunia kerja. Saat ini, kata dia hanya yang punya skill saja yang bisa bertahan dan mendapatkan pekerjaan.

“Memang mencari kerja tidak gampang, yang cari banyak dan lapangan kerja juga terbatas, sehingga hanya orang-orang yang punya keahlian, punya skill mendapatkan pekerjaan lebih cepat dari yang lain. Makanya harus diasah skillnya,” ucapnya.

Ditambahkan, dalam mengasah skill pemuda ataupun masyarakat bisa ikut pelatihan-pelatihan yang disediakan pemerintah. Saat ini pun banyak pelatihan yang telah disediakan untuk memacu kapasitasnya.

Sementara Anggota DPRD Kota Semarang, Rukiyanto menambahkan, generasi muda yang kini belum memiliki pekerjaan harus bisa mengembangkan potensi-potensinya. Salah satunya memang dengan berwirausaha.

“Bagi adek-adek generasi muda, yang saat ini masih posisi belum punya kerja harus bisa mengembangkan potensi diri, mengembangkan potensi sebisa mungkin berwirausaha. Ini yang paling penting,” jelasnya.

Meski demikian, kata dia tidak hanya dari pemuda saja. Pemerintah  juga harus ikut pula mendorong pemuda agar bisa menjadi wirausahawan dengan  menyediakan berbagai pelatihan.

“Untuk itu pemerintah juga harus ikut serta dalam usaha adik-adik itu, seperti adanya pelatihan kerja, harus dibuka selebar-lebarnya khususya warga kota Semarang,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk menarik pemuda pemerintah atau dinas terkait juga perlu inovasi agar pemuda menjadi tertarik dan semakin banyak.

“Saat ini pelatihan kerja justru banyak warga Semarang kurang responsif, malah dari daerah yang responsif. Ini menjadi Kendala, kurangnya di mana, apakah ada sesuatu yang kurang menarik sehingga harus dipelajari oleh dinas, sehingga animo masyarakat tambah hari tambahnya banyak,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here