UmumTransportasiPemprov Jateng Sudah Siapkan Desain Reaktivasi Jalur Kereta di...

Pemprov Jateng Sudah Siapkan Desain Reaktivasi Jalur Kereta di Sejumlah Daerah

-

- Advertisment -spot_img

MAGELANG- Reaktivasi jalur kereta api di Jawa Tengah terus diupayakan, terutama di wilayah tengah dan utara. Bahkan desain reaktivasi jalur moda transportasi massal itu sudah disiapkan.

“Desainnya sudah disiapkan, karena Jateng sedang mempersiapkan moda transportasi massal. Dan saya kira kereta api yang terbaik,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (26/9).

Ia menjelaskan, jalur kerera api buatan Belanda masih ada meskipun tidak sedikit rel yang hilang. Jalur-jalur kereta api masih mempunyai potensi bagus dan akan ditambah terus, melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia agar hasilnya lebih baik.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, reaktivasi jalur kereta api di Jateng sudah dilakukan sejak awal kepemimpinannya lima tahun lalu, dan hingga kini masih terus berjalan. Saat ini reaktivasi mengarah di wilayah utara dan jalur tengah. Untuk wilayah utara meliputi Semarang-Grobogan-Blora, sedangkan jalur tengah yang akan dihidupkan adalah jalur Purworejo-Magelang-Wonosobo.

“Selain itu, diharapakan beberapa daerah yang mempunyai potensi wilayah akan didorong kereta api wisata, karena ke depan kita butuh transportasi massal,” ungkapnya.

Terkait anggaran, kata dia, seluruhnya berasal dari pusat. Semua kebutuhan dana dihitung oleh Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia. Sedangkan Pemprov Jateng hanya mengajukan permintaan reaktivasi jalur kereta api.

Selain reaktivasi jalur kereta api, Ganjar mengatakan Pemerintah Provinsi Jateng juga terus mendorong peningkatan kualitas jalan provinsi. Hal itu dilakukan guna mendukung pembangunan sosial, ekonomi dan pengembangan wilayah, meningkatkan penataan sistem transportasi antar moda, serta pengembangan angkutan massal.

Selain itu, terkait infrastruktur jalan di berbagai daerah, sampai saat ini pihaknya tetap bertekad mewujudkan Jawa Tengah tanpa lubang. Namun untuk mewujudkannya, sinkronisasi penanganan jalan antar kewenangan pusat, provinsi dan kabupaten/ kota menjadi penting untuk menjaga kondisi jalan dalam keadaan mantab sepanjang tahun.

“Para mahasiswa teknik sipil, tantangan dan tanggung jawab anda kelak berat. Membangun jalan saja tidak cukup, kita harus merawat dan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan jalan dengan baik. Salah satunya kendaraan truk jangan over tonase, karena itu selain merusak jalan juga mengancam keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya,” tandasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Telkomsel Ajak Masyarakat Lakukan #YangKitaBisa

JAKARTA – Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi, Telkomsel berupaya untuk menempatkan diri berdampingan bersama masyarakat...

Komunitas Tionghoa Semarang Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

SEMARANG - Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (PORINTI) Kota Semarang membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Pembagian tersebut dilakukan bersama...

90% Dikorbankan, Efektifkah PPKM?

SEMARANG - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng menilai, sejumlah Kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah terjadi...

Brantas Abipraya Gelar Vaksin COVID-19 Gratis

JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penularan virus ini. Guna menyokong...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Subholding Gas Bersinergi Serahkan Bantuan 50 Tabung Oksigen ke RS UGM

YOGYAKARTA – Subholding Gas Grup sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) bersinergi dalam menyerahkan bantuan oksigen sebanyak...

Qurban Dermawan Menyapa Masyarakat Urban Semarang

SEMARANG - Dibalik megahnya Ibu Kota Jawa Tengah ternyata masih ada wilayah terpinggirkan yang masyarakatnya tidak berkesempatan menikmati lezatnya...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda