Pengusaha Jateng Harap Rupiah Tak Anjlok Melebihi Rp 16.000 per Dolar AS

SEMARANG- Kalangan pengusaha di Jawa Tengah menyatakan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa membuat target bisnis meleset. Pengusaha berharap nilai tukar rupiah tidak anjlok lebih dari Rp 16.000 per dolar AS.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan, pengusaha menginginkan nilai tukar rupiah kembali stabil. Sebab, bila naik turun terlalu drastis jelas akan merugikan pengusaha.

“Kita berharap jangan lebih dari Rp 16.000, kalau itu sudah berpengaruh ke psikologi. Kalau Rp 15.000 masih wajar,” kata Frans, Jumat (19/10).

Dikatakan, pelemahan rupiah yang saat ini mencapai Rp 15.200 per dolar AS sudah membuat keuntungan pengusaha merosot. Terutama pengusaha yang melakukan impor bahan baku.

“Memang perkembangan dunia usaha saat ini belum signifikan. Tapi kita tetap eksis, berusaha ekspor, seperti biasanya. Meski memang keuntungan sedikit merosot dengan menguatnya dolar AS,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya saat ini sebagian pengusaha di Jateng kebagian berkah dengan menguatnya dolar. Seperti pengusaha ekspor produk pertanian, kelapa sawit, dan perkayuan.

“Pengusaha yang biasa impor bahan baku, kemudian produknya diekspor lagi itu bagus. Beberapa pengusaha yang diuntungkan juga ada seperti yang ekspor produk pertanian, kelapa sawit dan perkayuan,” ucapnya.

Dilanjutkan, kondisi perekonomian saat ini yang masih baik dan tidak terjadi inflasi tinggi harus dijaga pemerintah, sehingga iklim usaha bisa berjalan stabil. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here