Ekonomi BisnisSatgas Waspada Investasi Bekukan 227 Fintech Peer to Peer...

Satgas Waspada Investasi Bekukan 227 Fintech Peer to Peer Lending Tak Berizin

-

- Advertisment -spot_img

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing.

SEMARANG- Satgas Waspada Investasi membekukan 227 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending tidak terdaftar atau tidak memiliki izin usaha dalam penawaran produk fintech peer to peer lending sehingga sangat merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, berdasarkan  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016, penyelenggara peer to peer lending wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada OJK.

“Pada 25 Juli 2018 lalu, kami telah memanggil 227 fintech ilegal dan kemudian kami minta empat hal, pertama harus terdaftar dan berizin, kedua jika belum terdaftar harus dihentikan, ketiga kami minta agar menghapus seluruh aplikasi baik di play store maupun app store, serta keempat kami juga meminta agar menyelesaikan tanggung jawabnya terhadap penggunanya,” kata Tongam L Tobing, Jumat (24/8).

Tongam melanjutkan, pihaknya juga telah meminta kepada Kementerian Komunikasi agar memblokir semua website terkait, serta meminta pula Google Indonesia agar menghapus semua platform yang ada di play store. Selain itu, Satgas Waspada Investasi juga telah melaporkan ke Bareskrim mengenai kegiatan-kegiatan yang diduga bisa merugikan masyarakat.

“Jadi satgas sudah menindak lanjuti 227 yang diduga ilegal dan tak punya izin OJK. Sudah tidak ada kegiatan apa-apa, mereka sudah dihapus semua platformnya,” ujarnya.

Ditambakan, sampai saat ini belum ada masyarakat yang melaporkan karena merasa dirugikan, yang ada masih sebatas laporan karena keberatan akan bungga yang terlalu tinggi hingga 1%.

Ia pun menghimbau agar masyarakat mau melaporkan jika menemukan ketidakwajaran dan selalu berhati-hati. Selain itu, kata dia masyarakat juga harus pandai dalam meminjam dengan menyesuaikan kadar kemampuan masing-masing.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat supaya meminjam sesuai kemampuan membayarnya agar tidak terjadi kredit macet, karena akan sangat merugikan nantinya,” jelasnya. (ZP/05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

DPD MKGR Jawa Tengah Dukung Airlangga Hartarto Jadi Presiden

SEMARANG - Pelantikan Pengurus DPD Ormas MKGR Jawa Tengah digelar di Ballroom Hotel Santika Kota Semarang, Sabtu (27/11/2021). Sebelumnya, Musda...

SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart

JAKARTA - Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria...

Ada Pameran SAUTO Expo di Mal Ciputra Semarang, Deretan Mobil Baru Turut Dihadirkan

SEMARANG - Deretan mobil terbaru bakal dipamerkan dalam SAUTO Expo di atrium Mal Ciputra Semarang pada 26 November hingga...

200 Pedagang Pasar Kaliwungu Kendal Gunakan Transaksi Digital QRIS

KENDAL - Sebanyak 200 pedangang di Pasar Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sudah menggunakan transaksi digital dengan Quick Response...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Jangkau Publik Lebih Besar Mengenal Solusi HVAC, LG Perkenalkan Showroom Virtual

JAKARTA— Memanfaatkan terapan teknologi digital, LG Electronics (LG) memperkenalkan sebuah ruang pamer online yang dibuat khusus bagi produk solusi...

PLN UP3 Purwokerto Sinergi Terangi Negeri

PURWOKERTO - PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto, melaksanakan Multi Stakeholder Forum (MSF) Tahun 2021 Kamis...

Must read

Akhir 2021, Dafam Buka 2 Hotel Baru SEMARANG- Pandemi tidak...

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda