Tanah Makin Mahal, Harga Rumah Naik

Salah satu stan pameran Properti Ekspo Semarang menawarkan apartemen.

SEMARANG– Kenaikan harga tanah yang terus terjadi di Kota Semarang membuat para pengembang properti ramai-ramai melakukan revisi harga rumah komersialnya.

“Investasi tanah sekarang makin mahal, pengembang pun tidak mau rugi dan terpaksa menaikkan harga jual propertinya,” kata Dibya K. Hidayat, Ketua Properti Ekspo Semarang, disela Pembukaan Pameran Properti Ekspo Semarang, Kamis (15/2).

Dijelaskan, kenaikan harga rumah sudah mulai terjadi di awal tahun lalu. Rata-rata pengembang menaikkan harga di kisaran 5% dati harga sebelumnya.

“Dengan harga tanah yang tinggi, pembangunan rumah FLPP di Kota Semarang pun sudah tidak mungkin lagi, dikarenakan harga tanah yang tidak bisa terjangkau,” jelasnya.

Dibya mencontohkan, harga tanah di daerah pinggiran minimal sudah mencapai Rp 300 ribu per meter persegi. Sedangkan untuk FLPP maksimal Rp 200 ribu meter persegi.

“Untuk menyiasatinya, pengembang komersial melakukan pengurangan luas tanah dan bangunan agar harganya bisa masuk. Namun tidak mengurangi kualitas perumahan secara keseluruhan,” terangnya.

Sementara, Pameran Properti Ekspo Semarang 2/2018 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai 26 Februari ini diikuti 11 pengembang dengan target penjualan 60 unit.(ZP/02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here