TMMD Fokus Bangun Jalan dan Embung Pedesaan

SEMARANG – TNI memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan dan embung irigasi dalam pelaksanaan program TMMD di Wilayah Jateng dan DIY.

Kepala Penerangan Kodam IV Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin mengatakan, pada TMMD Reguler 103 tahun 2018 ini, di wilayah Kodam IV/Diponegoro dilaksanakan secara tersebar di empat wilayah yakni Kodim 0736/Batang, Kodim 0732/Sleman, Kodim 0720/Rmbang dan Kodim 0725/Sragen. Dimana agendanya membangun jalan dengan panjang total 7.598 M dan membangun embung penampung air dengan luas 50 m x 30 m x 4 m.

Jalan yang dibangun tersebut dibagi menjadi tiga kelompok yakni peningkatan jalan makadam menjadi jalan aspal sepanjang 2.200 m, peningkatan dari jalan tanah menjadi jalan corblok sepanjang 2.620 m, dan membangun jalan dari tidak ada menjadi jalan makadam sepanjang 2.778 m. Dengan dibangunnya jalan-jalan khususnya di derah terpencil/pinggiran, kedepan akses dari dan menuju daerah mereka menjadi mudah, distribusi hasil pertanian menjadi lancar.

Seperti yang disampaikan Sunardi (51) warga Desa Durenombo Kecamatan Subah Kabupaten Batang misalnya, sedari kecil dirinya memiliki impian yaitu akses jalan penghubung menuju pusat pemerintahan desa dapat lebih baik. TMMD telah merealisasikan impiannya warga, pasalnya warga sudah memiliki akses jalan yang layak. Ia dan warga lainya tak perlu memutar dengan jarak 17 kilometer, karena kami bisa menempuh jarak lebih dekat.

Sementara pembangunan embung seluas 50 m x 30 m x 4 m yang berlokasi di Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen nantinya dapat menampung air hingga 6000 M³ yang dapat digunakan untuk mengairi sawah hingga 40 Ha.

Dengan demikian kedepan hasil pertanian akan meningkat dan para petani menjadi lebih sejahtera. Bahkan selain untuk kebutuhan pertanian, keberadaan embung juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti wisata maupun perikanan yang juga dapat menambah penghasilan warga setempat.

Seperti yang disampaikan Drs. Muhtar Ahmadi dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sragen didampingi Kepala Desa Sukorejo, Sukrisno saat meninjau lokasi pembangunan embung beberapa waktu lalu. Bila pembangunan embung ini sudah selesai, akan dijadikan salah satu destinasi wisata desa dan akan menjadi Ikon Kabupaten Sragen.

“Rencananya tempat ini akan dibangun berbagai wahana yang ramah lingkungan dan area kuliner sehingga nantinya sektor ini akan dapat menambah pemasukan kas dan devisa desa serta dapat mengangkat perekonomian masyarakat desa Sukorejo dan sekitarnya”, ungkap Drs. Muhtar Ahmadi.

Dengan TMMD diharapkan mampu mengentaskan problem-problem masyarakat desa/daerah terpencil/pinggiran khususnya di sektor pertanian, sehingga kedepan status desa pinggiran yang identik dengan kemiskinan akan menjadi desa yang mandiri, maju dan sejahtera setara dengan desa di daerah lain.

Selain pembangunan jalan dan embung, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada di desa-desa pinggiran, TMMD juga membangun 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diperuntukkan masyarakat kurang mampu. Bukan hanya sampai disitu, pembangunan jamban sehat, rehab masjid, pembangunan pos kamling dan pengerjaan GOR, pembangunan talud sepanjang 2.214 dan gorong-gorong sebanyak 5 unit juga dilakukan Satgas TMMD bersama Pemda dan masyarakat yang kesemuannya untuk kenyamanan masyarakat. (ZP/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here