UmumPendidikanUndip Gelar Seminar Rumah Mitigasi Gempa

Undip Gelar Seminar Rumah Mitigasi Gempa

-

- Advertisment -spot_img

Seminar digelar dalam rangka memperingati 57 tahun Dies Natalis Departemen Arsitektur Fakuktas Teknik Universitas Diponegoro.

SEMARANG – Koordinator Tim Riset Undip Agung Dwiyanto mengapresiasi inovasi yang terus dibangun PT Terryham Proplas Indonesia, produsen Kends UPVC, terkait riset rumah ramah gempa yang menggunakan produknya.

“Sebagai produsen, tentunya diharapkan bisa membangun image yang semakin lama semakin mendapat trust masyarakat. Dan itu telah dilakukan melalui proses pembuatan rumah ramah gempa yang dilakukan hingga 4 kali secar terus menerus,” kata Agung dalam acara Seminar Kemitraan Universitas dan Industri “Rumah Mitigasi Gempa” di Aula Departemen Arsitektur Fakuktas Teknik Undip, Jumat (8/11/2019).

Seminar digelar dalam rangka memperingati 57 tahun Dies Natalis Departemen Arsitektur Fakuktas Teknik Universitas Diponegoro. Hadir sebagai pembicara selain Agung Dwiyanto adalah produsen Kends Upvc Syamsunar dan Agus Subagyo dari Direktorat Inovasi dan Pengembangan Hasil Riset Undip. Ikut menjadi peserta puluhan mahasiswa Undip dan undangan mewakili instansi terkait.

Menurut Agung, produk upvc yang kini tengah menjadi produk alternatif bahan pembangunan, itu merupakan hasil penelitian tim kerjasama Undip, BPPT dan Kementerian Perindustrian. Tim melihat prospek yang dimiliki bahan berbasis upvc masih sangat terbentang luas.

“Pangsa pasarnya tidak hanya terbatas pada proyek-proyek rumah perorangan, melainkan proyek-proyek swasta menengah ke atas. Produk upvc dapat diandalkan untuk menggantikan bahan-bahan berbasis kayu ataupun alumunium terutama yang berkaitan dengan pengadaan kusen pintu dan jendela berikut daun-daunnya, dinding partisi serta atap. Upvc bisa menempati sekitar 80 persen bahan bangunan dari sebuah rumah maupun gedung,” jelasnya.

Selain proyek swasta, upvc juga berpeluang besar untuk ikut serta dalam pembangunan proyek-proyek pemerintah. Bahkan, di berbagai kota di belahan Indonesia, banyak gedung atau instansi pemerintah yang sudah menggunakan produk kends seperti puskesmas maupun rumah sakit.

Kemudian dari sisi ketahanan, sudah tidak perlu diragukan lagi karena produsen sendiri sudah berani menggaransi hingga sepuluh tahun.

“Itu memang sudah kami perkirakan karena basicnya memang keunggulan di bidang kekuatan, anti rayap, tahan panas artinya jika terjadi kebakaran menjalarnya api cenderung lambat, mudah dibentuk dan warna tidak mudah pudar serta sudah finishing tanpa memgampelas, memlamir ataulun mengecat,” jelasnya.

Produk upvc juga sangat tepat ditempatkan sebagai matreal bangunan di kawasan geografis yang berair. Di samping sebagai bahan bangunan yang tahan air, juga sebagai bahan bangunan yang relatif lebih mudah pemasangannya dan ringan membawanya.

Sementara itu Agus Subagyo menjelaskan pihaknya berkewenangan menyosialisasikan hasil riset sebagai ouput penelitian. Hal itu dilakukan agar hasil penelitian dapat langsung dirasakan masyarakat seperti hak membantu memberikan hak paten, ikut mengawal sertifikasi, dsb.

“Meski di internal Undip memiliki banyak elemen produk yang menjadi bahan riset kami, bahkan pernah menempati urutan kedua nasional di tahun 2016, tetapi Undip tetap selektif untuk ikut menyosialisasikan langsung ke masyarakat. Terutama produk-produk yang arahnya cenderung komersialisasi. Banyak riskanitas yang harus dipahami secara lebih mendalam,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjutnya, tetap saja ada perusahaan pemula yang tetap bekerja mandiri. Kebanyakan mereka adalah perusahaan yang berbasis teknologi informasi. (ZP/06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Wartawan Dan Polresta Banyumas Bagikan Paket Sembako

PURWOKERTO - Covid 19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, baik usia muda, dewasa maupun tua. Virus yang mematikan...

JNE dan Dompet Kemanusiaan Media Group Kirim Tabung Oksigen Gratis ke RSUP Kariadi Semarang

SEMARANG – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir dan dampak yang ditimbulkan hingga saat ini sangat berpengaruh besar...

Telkomsel Ajak Masyarakat Lakukan #YangKitaBisa

JAKARTA – Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang tengah menghadapi pandemi, Telkomsel berupaya untuk menempatkan diri berdampingan bersama masyarakat...

Komunitas Tionghoa Semarang Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

SEMARANG - Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (PORINTI) Kota Semarang membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Pembagian tersebut dilakukan bersama...
- Advertisement -spot_imgspot_img

90% Dikorbankan, Efektifkah PPKM?

SEMARANG - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng menilai, sejumlah Kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah terjadi...

Brantas Abipraya Gelar Vaksin COVID-19 Gratis

JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan laju penularan virus ini. Guna menyokong...

Must read

Grab Hadirkan Protect dan Cleaning Station

  SEMARANG- Wacana untuk masuk dalam 'kebiasaan baru' atau yang...

PGSI Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial Hadapi Corona

  SEMARANG - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Berita TerkaitTERKINI
Rekomendasi untuk Anda